PADANG, kiprahkita.com - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Sabtu-Ahad (30-31/3), menyelenggarakan program Pengajian Ramadhan 1445 H, di Kampus I Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat; Padang.
Ketua Majlis Pendidikan Kader dan SDI PWM Sumbar Nasrul A menjelaskan, kegiatan itu adalah tindak lanjut dari kegiatan serupa, yang sudah dilaksanakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah beberapa hari lalu. Temanya adalah Dakwah Kultural: Perluasan Basis Komunitas dan Akar Rumput Muhammadiyah Sumatera Barat.
Menurutnya, kegiatan itu diikuti jajaran PWM, PWA, PDM, PDA, dan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat Wilayah Sumbar.
"Ada empat hal yang menjadi tujuan kita dalam pelaksanaan program ini, yaitu penyegaran konsep-konsep kunci, dalam wawasan dan implementasi dakwah kultural Muhammadiyah di komunitas dan akar rumput," ujarnya.
Tujuan berikutnya adalah silaturahim dan konsolidasi ideologi bagi pimpinan persyarikatan dalam rangka aktualisasi dakwah di tengah komunitas akar rumput; pengayaan informasi lintas disiplin dan isu mengenai tantangan dan urgensi dakwah kultural dalam rangka diseminasi Risalah Islam Berkemajuan di tengah berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi.
Lalu, pemutakhiran perspektif, pendekatan, dan metode dakwah kultural Muhammadiyah pasca Muktamar ke-48 dengan menimbang konteks agenda reformasi kaderisasi, perluasan gerakan dakwah akar rumput.
Sekretaris PWM Sumbar Apris, pada kesempatan pengajian itu menyoroti profil generasi baru Muslim masa depan, yang memiliki lingkungan generasi milenial dan gen z.
Menurutnya, generasi milenial dan gen Z saat ini mendominasi populasi dan membawa perubahan besar dalam dinamika sosial, budaya, dan ekonomi.
"Salah satu aspek yang menjadi sorotan utama adalah keterlibatan dan pengaruh mereka dalam penggunaan teknologi serta media sosial. Perkembangan teknologi, telah menjadi salah satu isu utama yang memengaruhi cara hidup dan pandangan dunia generasi milenial dan Gen Z," ujarnya.
Acara ini dihadiri Ketua PWM Sumatera Barat Dr. Bakhtiar, Wakil Ketua Ki Jal Atri Tanjung, Yosmeri Yusuf, Murisal, Ismail Novel, dan lain-lain.(mus)
0 Komentar