PADANG PANJANG, kiprahkita.com - Lebih dari 400 orang mendaftar mengikuti kegiatan I'tikaf Ramadhan 1445 H, di Masjid Manarul Ilmi Komplek Islamic Center Padang Panjang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Penjabat Wali Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra, secara resmi membuka program iktikaf di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre itu, Sabtu (30/3) malam.
Masjid Agung Manarul ‘Ilmi nampaknya memiliki daya tarik yang kuat, mampu menarik minat para jemaah dari luar Padang Panjang untuk mengikuti Iktikaf di masjid tersebut, yang telah menjadi ikon Kota Padang Panjang.
Ketua Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Nasrul Yahya atau yang akrab disapa Ajo, mengungkapkan bahwa minat jemaah cukup tinggi untuk beriktikaf di masjid ini.
“Alhamdulillah, minat cukup tinggi untuk beriktikaf di Masjid Manarul ‘Ilmi. Selain dari Padang Panjang, juga ada rombongan dari Pariaman, Tanah Datar, hingga Sawahlunto dan Sijunjung,” ujarnya.
Selain suasana yang nyaman, program Iktikaf di Manarul ‘Ilmi juga menarik bagi para jemaah, karena diselenggarakan kajian ilmu tentang riwayat serta perjalanan hidup para ulama besar dari Sumbar, yang dengan narasumber kompeten.
Selain itu, juga ada program Tadarus 3 Juz dalam semalam, sehingga selama 10 hari beriktikaf, jemaah bisa mengkhatamkan 30 Juz Al-Quran.
Panitia Pelaksana Iktikaf Basri menambahkan, jumlah peserta terus bertambah. Hingga waktu Isya tadi, sudah ada 425 orang yang mendaftar untuk pelaksanaan Iktikaf.
“Alhamdulillah, jemaah yang ingin Iktikaf sudah datang ke masjid sejak sore tadi dengan membawa perlengkapan untuk Iktikaf. Semoga dapat berjalan lancar dan aman, sehingga apa yang diinginkan dapat tercapai, serta mendapatkan pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT,” ujar Basri.
Iktikaf dimulai dari pukul 21.30 WIB hingga pukul 05.30 WIB, yang diisi dengan kajian agama dari tokoh ulama Sumbar serta Qiyamul Lail berjemaah. Para peserta juga diberikan makan sahur gratis.
Penjabat Wali Kota Sonny mengapresiasi panitia dari BPIC yang mampu memfasilitasi para jemaah untuk beriktikaf di masjid ini.
“Alhamdulilah, panitia dari BPIC sangat bersemangat memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Kami dari Pemerintah Kota, Insyaallah akan memfasilitasi kebutuhan jemaah yang akan beriktikaf di Islamic Centre semaksimal mungkin,” ungkap Sonny.
Sonny juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan amalan di 10 hari terakhir Ramadan dan untuk terus berkhalwat dengan Allah, melalui salat, munajat melalui doa dan dzikir, serta membaca Al-Qur’an. Ini diibaratkan sebagai alat penjaring yang efektif untuk mendapatkan Lailatulkadar.
“Karunia utama Ramadan adalah Lailatulkadar. Ini adalah kesempatan yang paling dicari. Untuk itu, mari bersama-sama kita hidupkan malam-malam 10 terakhir Ramadan ini dengan Iktikaf, agar Lailatulkadar dapat kita raih,” ujarnya.
Untuk kenyamanan para jemaah selama beriktikaf, Pemerintah Kota juga menyediakan anggaran untuk memenuhi kebutuhan mereka.(kominfo pdp; ed. mus)
0 Komentar