Jenazah Ratna Dibawa Arus Galodo Sejauh 50 Kilometer - Kiprah Kita | Nuansa Baru

Breaking News

Senin, 13 Mei 2024

Jenazah Ratna Dibawa Arus Galodo Sejauh 50 Kilometer


PADANG PANJANG, kiprahkita.com - Duka yang mendalam menyelimuti keluarga besar SMK Negeri 1 Kota Padang Panjang. Seorang staf Tata Usaha (TU) setia mereka, Ratna Yulidawati (40), ikut jadi korban galodo, banjir bandang, dan lahar dingin.


Banjir bandang yang melanda Sabtu (11/5/2024) malam, telah merenggut nyawanya setelah mengabdi selama 21 tahun di sekolah tersebut. Jenazahnya dihanyutkan arus air nan deras hingga 50 kilometer.


Sebelum banjir bandang terjadi, Ratna bersama keluarganya berada di rumah mereka di kawasan Sangkua, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat. 


Ketika mendengar luapan air dari sungai dekat rumahnya akibat hujan deras, ia berusaha menyelamatkan diri. Namun, keputusan untuk kembali dan menyelamatkan barang penting yang tertinggal, membuatnya terjebak dalam arus banjir.


Jasad Ratna ditemukan setelah terseret arus sejauh lebih kurang 50 km di Muaro Pasia Jambak, Ketaping, Kota Padang, sekitar pukul 10.30 WIB, Ahad (12/5/2024), oleh tim gabungan dan warga sekitar. 


Jenazahnya kemudian diberangkatkan pulang ke Padang Panjang pada Senin (13/5/2024) pagi. Prosesi melepas jenazah di kampus SMKN 1 Padang Panjang disertai dengan kesedihan mendalam. 

Jenazah disemayamkan dan dishalatkan di sekolah tersebut, sebagai penghormatan terakhir atas pengabdiannya yang telah lama. 


Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, termasuk Ketua DPRD Mardiansyah, anggota DPRD Novi Hendri, kepala OPD, ketua PMI, serta keluarga besar SMKN 1 turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.


Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdako Padang Panjang Martoni, turut menghadiri prosesi penyelenggaraan jenazah, dan menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut atas nama Pemerintah Kota. 


Ia juga mengapresiasi upaya tim gabungan dan masyarakat dalam menemukan korban, sambil mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap kondisi alam.


Kisah perpisahan ini tidak hanya mengingatkan akan pengabdian Ratna di sekolah, tetapi juga menggambarkan betapa besar pengorbanannya untuk menyelamatkan barang berharga, yang sayangnya, harus dibayar dengan kehilangan nyawa. 


Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.


Berdarkan informasi yang dirilis BNPB.go.id, korban meninggal dunia yang sudah ditemukan akibat musibah, bermuala dari banjir lahar Gunung Marapi itu mencapai 43 orang, satu di antaranya adalah Ratna.


Rincian korban meninggal dunia per siang ini mencakup Kabupaten Agam dengan 19 orang, Kabupaten Tanah Datar dengan 14 orang, Kabupaten Padang Pariaman dengan 8 orang, dan Kota Padang Panjang dua orang. Sementara itu, masih ada 15 orang yang tengah dalam pencarian.(RIFKI MAHENDRA, dinas kominfo pdp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar