Saat Melantik Pj Walikota Padang, Gubernur Ingatkan Potensi Bencana - Kiprah Kita | Nuansa Baru

Breaking News

Sabtu, 18 Mei 2024

Saat Melantik Pj Walikota Padang, Gubernur Ingatkan Potensi Bencana

PADANG, kiprahkita.com - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, melantik Andree Algamar sebagai Penjabat (Pj) Walikota Padang, Jumat (17/5), di Istana Gubernuran.



Pelantikan ini dilakukan sesuai dengan Keputusan Kemendagri Nomor 100.2.1.3.1073 Tahun 2024, yang menetapkan Andree, yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris Daerah Kota Padang, sebagai penjabat (Pj) Walikota Padang dengan tugas, kewenangan, kewajiban, dan larangan yang sama seperti walikota definitif.


Usai membimbing Andree dalam mengucapkan sumpah jabatan, Gubernur Mahyeldi mengapresiasi kemampuan Algamar yang dinilai sebagai pamong muda berbakat. 


"Semoga bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya, terutama sesuai program prioritas pemerintah pusat, yaitu menangani masalah inflasi dan stunting," ujarnya, dirilis Dinas Kominfo Padang, diakses pada Sabtu (18/5).


Mahyeldi menyebutkan, selain menyelenggarakan pemerintahan daerah, Pj Walikota Padang memiliki tugas penting untuk memfasilitasi Pilkada 2024. Ia menekankan, Padang merupakan salah satu kota terbaik dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 yang lalu. 


"Ajang pilkada kita akan disorot. Sebab, pemilu kemarin Provinsi Sumbar terlaksana kondusif. Kota Padang menjadi salah satu daerah tempat studi banding pemilu dari pemerintahan Malaysia," tambahnya.


Selain itu, Gubernur Mahyeldi berpesan kepada Andree, untuk mengoptimalkan kewaspadaan masyarakat terkait curah hujan tinggi, yang terjadi di sejumlah daerah di Sumbar beberapa minggu terakhir.


Gubernur juga mengapresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang 2021-2024, Hendri Septa dan Ekos Albar, atas kepemimpinan mereka yang baik selama menjabat.


Terkait potensi bencana, memang mewanti-wanti agar jangan lengah, dan senantiasa berada dalam situasi kewaspadaan.


Hujan dengan intensitas tinggi belakangan ini, menurutnya, telah menyebabkan banjir dan longsor di beberapa daerah di Sumatera Barat. "Kita perlu mewaspadai, sebab Sumbar merupakan daerah rawan bencana," jelasnya.


Gubernur juga menekankan kepada Andree, untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi. Menghadapi potensi bencana ekstrem ini, ujarnya, diminta Pemko Padang lebih waspada. Kita tidak ingin ada korban atau kerusakan infrastruktur.


Mahyeldi berharap agar Pemerintah Kota Padang dapat melakukan langkah-langkah mitigasi yang efektif dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, diharapkan dampak dari bencana yang mungkin terjadi dapat diminimalisir.(ch; ed. mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar