Akhlak Tercela
![]() |
Janganlah Kamu Melakukan Kerusakan di Muka Bumi |
1. Pengertian Akhlak Tercela
PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Akhlak tercela adalah sikap, ucapan, dan perbuatan buruk yang bertentangan dengan ajaran Islam. Perilaku ini dapat merugikan diri sendiri dan orang lain serta menjauhkan dari rahmat Allah.
2. Dampak Akhlak Tercela
* Menyebabkan dosa
* Dijauhi orang lain
* Menimbulkan permusuhan dan konflik
* Merusak diri dan masyarakat
* Menghalangi masuk surga
3. Macam-Macam Akhlak Tercela
a. Bohong: berkata tidak sesuai kenyataan
b. Takabur (sombong): merasa paling hebat dan merendahkan orang lain
c. Dengki: iri terhadap kebahagiaan atau keberhasilan orang lain
d. Riya: beramal karena ingin dipuji orang lain, bukan karena Allah
e. Ghibah: membicarakan kejelekan orang lain di belakangnya
f. Fitnah: menyebarkan berita bohong tentang orang lain
g. Hasad: ingin agar nikmat orang lain hilang
h. Pelit (bakhil): enggan memberi padahal mampu
i. Pemarah: mudah marah dan tidak bisa mengendalikan emosi
j. Malas: enggan berusaha, belajar, atau beribadah
4. Cara Menghindari Akhlak Tercela
* Memperkuat iman dan takwa
* Berkumpul dengan orang yang berakhlak baik
* Selalu mengingat akibat buruk dari akhlak tercela
* Banyak berdoa dan memohon perlindungan dari Allah
* Melatih diri untuk bersabar dan berpikir positif
Adab Terhadap Orang Tua dan Guru
1. Pengertian
Adab terhadap orang tua dan guru adalah tata krama atau sopan santun yang harus ditunjukkan dalam bersikap, berbicara, dan berperilaku sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan.
2. Adab Terhadap Orang Tua
* Berbicara dengan lemah lembut dan sopan
* Tidak membantah atau membentak
* Membantu pekerjaan mereka
* Mendahulukan perintah orang tua selama tidak melanggar syariat
* Mendoakan kebaikan untuk orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal
* Menjaga nama baik keluarga
* Merawat orang tua saat mereka sakit atau sudah lanjut usia
3. Adab Terhadap Guru
*Mengucapkan salam dan bersikap sopan saat bertemu
* Mendengarkan penjelasan dengan serius
* Tidak memotong pembicaraan guru
* Bertanya dengan sopan bila belum paham
* Menghargai pendapat dan ilmu yang diberikan
* Menjaga nama baik guru
* Tidak menjelekkan atau menggosipkan guru
* Membantu guru bila dibutuhkan
* Mendoakan guru agar selalu diberikan keberkahan ilmu
4. Hikmah Memiliki Adab yang Baik
* Dicintai oleh Allah dan Rasul
* Mendapatkan ilmu yang bermanfaat
* Dihormati oleh orang lain
* Menjadi pribadi yang mulia
* Mendapat ridha orang tua dan guru, yang menjadi jalan menuju ridha Allah
Nabi Musa AS
1. Nama dan Garis Keturunan
Nabi Musa AS adalah salah satu nabi ulul azmi yang memiliki keteguhan luar biasa dalam berdakwah. Ia adalah putra dari Imran dan berasal dari Bani Israil, keturunan Nabi Yaqub AS.
2. Kisah Singkat Nabi Musa
* Nabi Musa lahir pada masa kekuasaan Raja Fir’aun yang kejam dan suka menindas.
* Fir’aun mendapat ramalan bahwa akan lahir seorang anak dari Bani Israil yang kelak akan menggulingkannya. Maka Fir’aun memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki dari Bani Israil.
* Ibu Nabi Musa, atas perintah Allah, menghanyutkan bayi Musa ke sungai Nil agar selamat. Bayi itu ditemukan dan diasuh oleh istri Fir’aun.
* Setelah dewasa, Nabi Musa mendapat wahyu dan diutus oleh Allah untuk menyeru Fir’aun agar menyembah Allah.
* Nabi Musa menunjukkan berbagai mukjizat, namun Fir’aun tetap menolak.
* Allah memerintahkan Nabi Musa untuk membawa Bani Israil keluar dari Mesir. Ketika dikejar oleh pasukan Fir’aun, Allah membelah Laut Merah agar mereka bisa selamat. Fir’aun dan pasukannya tenggelam.
* Setelah itu, Nabi Musa memimpin kaumnya menuju tanah yang dijanjikan dan menerima wahyu berupa kitab Taurat di Gunung Sinai.
3. Mukjizat Nabi Musa
* Tongkat yang bisa berubah menjadi ular besar
* Tangan yang bersinar saat dikeluarkan dari ketiak
* Laut Merah yang terbelah
* Batu yang memancarkan air ketika dipukul dengan tongkat
* Mendapat wahyu langsung dari Allah di Gunung Sinai
4. Kitab
Nabi Musa menerima kitab Taurat sebagai petunjuk hidup bagi Bani Israil.
5. Hikmah Kisah Nabi Musa
* Keteguhan dalam berdakwah meski menghadapi penguasa zalim
* Selalu bertawakal kepada Allah dalam situasi sulit
* Kemenangan akan berpihak pada kebenaran meski harus melalui banyak ujian
* Pentingnya kesabaran dan keimanan dalam menghadapi umat yang keras kepala
Husnuzan
Pengertian
Husnuzan adalah sikap berprasangka baik kepada Allah, kepada diri sendiri, maupun kepada orang lain. Husnuzan berasal dari bahasa Arab: "husnu" artinya baik, dan "zan" artinya prasangka. Jadi, husnuzan berarti berprasangka baik.
Husnuzan kepada Allah
Artinya yakin bahwa segala yang Allah tetapkan pasti mengandung kebaikan, meskipun tampak buruk di mata manusia. Misalnya, ketika menghadapi musibah, orang yang husnuzan yakin bahwa itu adalah ujian dan ada hikmah di baliknya.
Husnuzan kepada Sesama
Artinya berpikir positif terhadap orang lain, tidak mudah menuduh, mencurigai, atau menjelekkan. Misalnya, jika ada teman datang terlambat, kita tidak langsung menyangka hal buruk, tetapi berpikir bahwa mungkin dia terjebak macet atau ada urusan penting.
Husnuzan kepada Diri Sendiri
Yaitu percaya diri dan berpikir positif tentang kemampuan dan masa depan diri sendiri. Tidak merasa gagal atau putus asa, tetapi yakin bisa berubah dan menjadi lebih baik.
Contoh Sikap Husnuzan
* Tidak cepat menuduh teman melakukan kesalahan
* Yakin bahwa musibah adalah ujian dari Allah
* Percaya bahwa setiap orang bisa berubah menjadi lebih baik
* Mendoakan yang baik untuk orang lain meskipun pernah berbuat salah
Manfaat Husnuzan
* Hati menjadi tenang dan tidak mudah marah
* Menjaga hubungan baik dengan orang lain
* Memperkuat iman dan tawakal kepada Allah
* Meningkatkan rasa percaya diri dan optimisme
Dalil
QS Al Hujurat ayat 12:
Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.
Tasamuh
Pengertian
Tasamuh artinya sikap toleransi, yaitu menghargai dan menghormati perbedaan yang ada, baik perbedaan agama, suku, pendapat, maupun budaya. Orang yang memiliki sikap tasamuh tidak memaksakan kehendaknya kepada orang lain dan mau hidup rukun dengan siapa saja.
Dalil
QS Al-Hujurat ayat 13
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal..."
Tasamuh dalam Islam
Islam mengajarkan umatnya untuk hidup damai dan rukun. Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama dalam bersikap tasamuh. Beliau tetap menghargai dan berlaku adil kepada orang yang berbeda agama dan pendapat.
Contoh Sikap Tasamuh
* Menghargai teman yang berbeda agama
* Tidak memaksakan pendapat sendiri
* Menerima perbedaan budaya dan kebiasaan orang lain
* Tetap menjaga hubungan baik meskipun berbeda pendapat
* Menjaga kerukunan antarumat beragama
Manfaat Tasamuh
* Menciptakan hidup rukun dan damai
* Menumbuhkan persatuan di tengah perbedaan
* Menghindari konflik dan permusuhan
* Membentuk masyarakat yang saling menghargai
Sikap Tasamuh Bukan Berarti
* Membenarkan keyakinan yang salah
* Mengikuti ajaran agama lain
* Melupakan prinsip kebenaran dalam Islam
Kesimpulan
Tasamuh adalah sikap terpuji yang harus dimiliki setiap orang. Dengan tasamuh, perbedaan bukan jadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk bersatu dan hidup damai.
Rasul Ulul Azmi
Pengertian
Rasul Ulul Azmi adalah gelar istimewa yang diberikan kepada lima nabi yang memiliki ketabahan, keteguhan hati, dan kesabaran luar biasa dalam menyampaikan ajaran Allah, meskipun menghadapi tantangan dan penolakan yang sangat berat.
Daftar Rasul Ulul Azmi
1. Nabi Nuh
Tetap berdakwah selama ratusan tahun meskipun hanya sedikit yang mengikuti. Ia sabar dalam menghadapi ejekan dan penolakan dari kaumnya.
2. Nabi Ibrahim
Diuji dengan berbagai cobaan berat seperti dibakar hidup-hidup dan diperintahkan menyembelih anaknya. Ia tetap teguh dalam menyembah Allah.
3. Nabi Musa
Menghadapi Firaun yang sangat zalim dan memimpin Bani Israil keluar dari Mesir. Meskipun kaumnya sering membangkang, Nabi Musa tetap sabar.
4. Nabi Isa
Ditolak oleh kaumnya, dituduh pembohong, dan hendak dibunuh. Ia tetap mengajak kepada tauhid. Allah menyelamatkan Nabi Isa dari penyaliban.
5. Nabi Muhammad
Menghadapi berbagai tekanan, hinaan, dan kekerasan dalam menyebarkan Islam. Ia tetap sabar, tegas, dan berhasil menyebarkan Islam ke seluruh dunia.
Ciri-ciri Rasul Ulul Azmi
* Sabar dan tabah menghadapi ujian berat
* Konsisten menyampaikan wahyu
* Taat kepada Allah sepenuhnya
* Menjadi teladan bagi umat manusia
* Diuji dengan perjuangan dakwah yang berat
Dalil tentang Ulul Azmi
Disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahqaf ayat 35 yang menyebutkan agar Nabi Muhammad bersabar seperti rasul-rasul Ulul Azmi.
Taawun
Taawun adalah sikap tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Sikap ini sangat dianjurkan dalam Islam karena mempererat hubungan antar sesama dan menciptakan kehidupan yang harmonis.
Pengertian:
Taawun berasal dari bahasa Arab ta‘āwana yang artinya saling membantu atau tolong-menolong. Dalam Islam, taawun dilakukan dalam hal-hal yang baik dan bermanfaat, bukan dalam hal keburukan.
Dalil tentang Taawun:
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."
(QS. Al-Ma'idah: 2)
Contoh Sikap Taawun:
* Membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran.
* Menolong tetangga yang sedang terkena musibah.
* Ikut serta dalam kegiatan sosial seperti kerja bakti atau gotong royong.
* Berbagi makanan kepada orang yang membutuhkan.
Manfaat Taawun:
* Meningkatkan kepedulian dan kasih sayang antarsesama.
* Memperkuat persaudaraan dan persatuan.
* Mendatangkan pahala dan ridha Allah.
* Menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis.
Taawun adalah salah satu bentuk nyata dari akhlak mulia dalam Islam yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. (Yus MM)
0 Komentar