Bahan Ujian Bahasa Indonesia 1, Kelas 9

 Pengantar

PADANG PANJANG, kiprahkita.com Ujian pertama Bahasa Indonesia. Disebabkan oleh bencana karena cuaca ekstrim dan Situasi Darurat Bencana Hidrometeorologi beberapa hari lalu kita pun daring. Bahan ajar kita masih di kantor guru. Tentu Ananda kurang percaya diri untuk menghadapi ujian kita pada hari Senin, 1 Desember 2025. Untuk itu Ananda dapat kebut semalam bahan ujian kita ini. Bisa dibaca langsung atau Ananda foto, atau diprint biar puas membacanya.

Bahan materi ujian kita seperti tertera pada kisi-kisi soal ada 4 bab. Cukup membosankan tentunya untuk dibahas. Khusus pada Bahan Ujian Bahasa Indonesia 1, Kelas 9 ini kita dapat memahami materi Teks Deskripsi, Teks Prosedur, Teks Cerpen, dan Teks Puisi. Adapun contoh teks bisa Ananda pahami pada Bahan Ujian Bahasa Indonesia 2, Kelas 9 berikut ini.

https://www.kiprahkita.com/2025/11/bahan-ujian-bahasa-indonesia-2-kelas-9.html

Suasana Kelas 7
Hafalan Kita

Agar Ananda lebih mudah saat ujian silahkan Ananda hafal materi berikut. Inilah ringkasan materi kita dari Bab 1 hingga Bab 4.

Dipahami 😊✨

Teks Deskripsi

1. Pengertian Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah jenis teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, suasana, atau keadaan secara rincian dan jelas sehingga pembaca dapat membayangkan objek tersebut seolah-olah melihat atau merasakannya langsung.

Tujuan utama teks deskripsi adalah:

memberikan gambaran yang hidup

menghadirkan pengalaman pancaindra

membuat pembaca merasa “hadir” dalam objek yang dideskripsikan

2. Struktur Teks Deskripsi

Umumnya teks deskripsi memiliki tiga bagian utama:

a. Identifikasi / Gambaran Umum

Berisi pengenalan objek yang akan dideskripsikan.
Contoh: nama tempat, nama tokoh, jenis objek, atau penjelasan singkat lainnya.

b. Deskripsi Bagian

Bagian inti yang menggambarkan objek secara rinci: bentuk, warna, suasana, tekstur, kondisi, atau karakteristik tertentu.

Bagian ini biasanya berisi:

deskripsi fisik

deskripsi suasana

deskripsi bagian-bagian objek

deskripsi kesan penulis

c. Penutup / Kesimpulan (opsional)

Berupa kesan penulis, simpulan, atau rangkuman mengenai objek.
Tidak selalu ada, tetapi sering digunakan untuk memperkuat kesan akhir.

3. Ciri Kebahasaan Teks Deskripsi

Teks deskripsi memiliki ciri bahasa berikut:

a. Menggunakan kata sifat (adjektiva)

Untuk menggambarkan ciri-ciri objek.
Contoh: indah, luas, teduh, harum, tenang.

b. Menggunakan kata benda (nomina) spesifik

Objeknya jelas, bukan umum.
Contoh: “kucing anggora” bukan “hewan”.

c. Menggunakan majas atau gaya bahasa

Agar deskripsi semakin hidup.
Contoh: metafora, personifikasi, simile.

d. Menghadirkan pancaindra

Menggunakan detail visual, suara, aroma, rasa, atau sentuhan.
Contoh: cerah, gemericik, harum bunga, dingin, kasar.

e. Menggunakan kalimat rincian

Menjelaskan objek secara detail dan bertahap.

f. Menggunakan pronomina persona

Bila ada kesan penulis.
Contoh: “menurut saya”, “bagiku”.

g. Menggunakan kata kerja deskriptif

Contoh: tampak, terlihat, terasa, terdengar.

Hafalan 2 Kita
Dipahami. 😊✨

Teks Prosedur

1. Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau cara melakukan sesuatu secara urutan, logis, dan sistematis agar pembaca dapat mencapai tujuan tertentu.

Tujuan teks prosedur adalah:

memberikan petunjuk

memandu pembaca melakukan suatu kegiatan

membantu mencapai hasil yang benar

Contoh: cara membuat makanan, cara menggunakan alat, tata cara pendaftaran, dan sebagainya.

2. Struktur Teks Prosedur

Teks prosedur umumnya memiliki tiga bagian:

a. Tujuan

Menjelaskan maksud atau hasil akhir yang ingin dicapai.
Contoh: “Cara Membuat Es Teh Manis”.

b. Bahan dan Peralatan (opsional)

Digunakan jika ada benda yang perlu disiapkan sebelum memulai langkah-langkah.
Contoh: teh, gula, air panas, sendok.

c. Langkah-langkah

Bagian inti teks prosedur yang berisi petunjuk atau urutan tindakan yang harus dilakukan.
Biasanya dituliskan secara berurutan dari awal hingga akhir.

3. Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

Ciri kebahasaan dalam teks prosedur antara lain:

a. Menggunakan kalimat perintah (imperatif)

Contoh: aduklah, masukkan, tekan tombol, siapkan.

b. Menggunakan kata kerja tindakan

Contoh: potong, rebus, tekan, campurkan, pasang.

c. Menggunakan kata penghubung atau penanda urutan

Contoh: pertama, kemudian, selanjutnya, terakhir.

d. Menggunakan kata keterangan cara, alat, dan tujuan

Contoh: secara perlahan, dengan sendok, untuk menjaga kebersihan.

e. Bersifat objektif dan jelas

Tidak bertele-tele, langsung pada instruksi yang harus dilakukan.

f. Menyertakan istilah teknis (jika diperlukan)

Terutama pada prosedur ilmiah atau penggunaan alat tertentu.

Hafalan 3 Kita
Dipahami. ✨📚

Teks Cerpen

1. Pengertian Teks Cerpen

Cerpen (cerita pendek) adalah karya sastra berbentuk prosa naratif yang menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman tokoh secara ringkas, padat, dan langsung pada inti cerita.
Cerpen biasanya hanya berfokus pada satu konflik utama, dengan jumlah tokoh sedikit, serta waktu dan latar yang terbatas.

Tujuan cerpen adalah:

menghibur pembaca

menyampaikan pesan moral

menggambarkan peristiwa atau emosi tertentu secara singkat namun bermakna

2. Struktur Teks Cerpen

Cerpen umumnya memiliki struktur sebagai berikut:

a. Abstrak (opsional)

Ringkasan singkat isi cerita, biasanya berada di awal. Tidak semua cerpen memiliki bagian ini.

b. Orientasi

Berisi pengenalan tokoh, latar tempat, waktu, dan suasana awal cerita.

c. Komplikasi (Konflik)

Bagian inti yang berisi munculnya masalah atau pertentangan yang dialami tokoh.
Konflik inilah yang menggerakkan cerita.

d. Klimaks

Puncak ketegangan atau titik balik dalam cerita.

e. Resolusi

Pemecahan masalah atau penyelesaian konflik.

f. Koda (opsional)

Berisi pesan moral atau penutup yang memberikan kesan mendalam.
Tidak semua cerpen menggunakannya.

3. Ciri Kebahasaan Teks Cerpen

Teks cerpen memiliki ciri kebahasaan sebagai berikut:

a. Menggunakan kata kerja tindakan (verba material)

Contoh: berlari, menangis, berjalan, memukul.

b. Menggunakan kata kerja mental

Untuk menggambarkan perasaan atau pikiran tokoh.
Contoh: merasa, memikirkan, menginginkan.

c. Menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung

Untuk menunjukkan dialog antar tokoh.

d. Menggunakan kata ganti orang (pronomina)

Contoh: aku, dia, mereka.

e. Menggunakan deskripsi untuk menggambarkan tokoh, latar, atau suasana

Misalnya warna, suara, aroma, atau perasaan.

f. Menggunakan gaya bahasa (majas)

Seperti metafora, personifikasi, simile, hiperbola, dll.

g. Ceritanya bersifat fiktif

Meski kadang terinspirasi dari kisah nyata, tetapi tetap ada unsur imajinasi.

Hafalan 4 Kita

Dipahami. ✨📘

Teks Puisi

1. Pengertian Teks Puisi

Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan perasaan, pengalaman, gagasan, atau pesan tertentu dengan menggunakan bahasa yang indah, padat, dan penuh makna.
Bahasa dalam puisi cenderung bermakna kias, tidak langsung, dan memanfaatkan unsur musikalitas serta imajinasi.

Tujuan puisi:

mengekspresikan emosi penyair

menciptakan keindahan bahasa

menyampaikan pesan hidup

membangkitkan imajinasi pembaca

2. Struktur Teks Puisi

Walaupun puisi dapat beragam bentuknya, secara umum struktur puisi terdiri dari:

a. Diksi (Pemilihan Kata)

Kata-kata dipilih dengan selektif untuk menciptakan makna dan keindahan.

b. Imaji (Citraan)

Menghadirkan gambaran melalui pancaindra, seperti visual, pendengaran, perasa, penciuman, dan sentuhan.

c. Majas (Gaya Bahasa)

Menggunakan bahasa kiasan, seperti metafora, personifikasi, simile, hiperbola, dll.

d. Rima / Irama

Persamaan bunyi atau alunan musik dalam puisi, baik di awal, tengah, maupun akhir baris.

e. Bait dan Larik

Larik: baris dalam puisi

Bait: kumpulan beberapa larik sehingga membentuk satu bagian

f. Tema

Gagasan pokok yang ingin disampaikan dalam puisi.

g. Amanat

Pesan atau nilai moral yang ingin diberikan penyair kepada pembaca.

3. Ciri Kebahasaan Teks Puisi

Puisi memiliki ciri bahasa khas, yaitu:

a. Menggunakan bahasa kias (figuratif)

Contoh:
“Hatiku selembut senja”,
“Angin membisikkan namamu”.

b. Menggunakan diksi yang padat dan simbolis

Setiap kata dipilih secara cermat dan sering bersifat lambang.

c. Menggunakan irama atau rima

Baik berupa pengulangan bunyi, penekanan, atau pola tertentu.

d. Menggunakan majas

Metafora, personifikasi, hiperbola, simile, metonimia, dan lainnya.

e. Mengandung imaji (citraan)

Menghadirkan gambaran melalui indera: melihat, mendengar, mencium, merasakan, menyentuh.

f. Baris tidak selalu berbentuk kalimat lengkap

Kadang hanya berupa frase atau kata, tetapi tetap memiliki makna.

g. Lebih mengutamakan perasaan dan keindahan bahasa

Daripada alur atau cerita yang runtut.

Untuk contoh lihat  Bahan Ujian Bahasa Indonesia 2, Kelas 9 : 

Posting Komentar

0 Komentar