Pengantar
PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Ujian pertama kita Bahasa Indonesia. Disebabkan oleh bencana karena cuaca ekstrim dan Situasi Darurat Bencana Hidrometeorologi beberapa hari ini kita daring. Tentu Ananda kurang percaya diri untuk menghadapi ujian kita pada hari Senin, 1 Desember 2025. Untuk itu Ananda dapat kebut semalam bahan ujian kita ini. Bisa dibaca langsung atau Ananda foto, atau diprint biar puas membaca.
Bahan materi ujian kita seperti tertera pada kisi-kisi soal ada 4 bab. Khusus pada Bahan Ujian Bahasa Indonesia 2, Kelas 9 kita memahami contoh Teks Deskripsi. Teks Prosedur, Teks Cerpen, dan Teks Puisi. Adapun teori bisa Ananda pahami pada Bahan Ujian Bahasa Indonesia 1, Kelas 9.
https://www.kiprahkita.com/2025/11/bahan-ujian-bahasa-indonesia-1-kelas-9.html
![]() |
| Suasana Kelas 7 |
1. ContohTeks Deskripsi
1. Identifikasi / Gambaran Umum
Pantai Kuningan Biru adalah salah satu pantai paling menawan di pesisir selatan Pulau Jawa. Pantai ini terkenal dengan pasirnya yang halus, air laut yang berwarna biru jernih, serta suasana yang tenang dan belum terlalu ramai pengunjung.
2. Deskripsi Bagian
Saat pertama memasuki kawasan pantai, pengunjung akan disambut oleh deretan pepohonan kelapa yang menjulang tinggi. Daunnya yang rimbun menari tertiup angin seakan memberi sapaan hangat kepada siapa saja yang datang. Pasirnya berwarna krem lembut, terasa sejuk di telapak kaki meskipun matahari sedang bersinar cerah.
Air laut di Pantai Kuningan Biru begitu jernih hingga bebatuan kecil di dasar pantai terlihat dengan jelas. Ombaknya tidak terlalu besar, menghasilkan suara gemericik yang menenangkan. Di sisi timur pantai terdapat tebing batu karang berlapis-lapis yang menjadi spot favorit untuk menikmati matahari terbit. Ketika pagi tiba, seluruh permukaan laut tampak berkilau keemasan seperti diselimuti cahaya perak.
Selain keindahan alamnya, suasana di pantai ini sangat damai. Angin laut yang sejuk, aroma garam yang lembut, dan kicauan burung camar membuat pantai ini terasa seperti tempat pelarian sempurna dari hiruk pikuk kota. Banyak pengunjung memilih duduk di bawah pohon sambil membaca buku atau sekadar menikmati suara ombak.
3. Penutup / Kesimpulan
Pantai Kuningan Biru memberikan pengalaman yang menenangkan dan memanjakan mata. Keindahan alamnya yang masih asri menjadikannya salah satu destinasi terbaik untuk melepas penat dan menikmati ketenangan alam.
2. Contoh Teks Prosedur
Cara Membuat Es Cokelat Simpel
1. Tujuan
Teks ini menjelaskan cara membuat minuman es cokelat yang segar dan mudah dibuat di rumah.
2. Bahan dan Peralatan
Bahan
2 sendok makan bubuk cokelat
1–2 sendok makan gula
150 ml air panas
Es batu secukupnya
100 ml susu cair
Alat
Gelas
Sendok
3. Langkah-langkah
Siapkan gelas bersih sebagai wadah minuman.
Masukkan bubuk cokelat dan gula ke dalam gelas.
Tuangkan air panas sedikit demi sedikit.
Aduk hingga bubuk cokelat larut sempurna.
Tambahkan susu cair ke dalam campuran cokelat.
Aduk kembali sampai semua bahan tercampur rata.
Masukkan es batu sesuai selera.
Es cokelat siap disajikan.
Keterangan: Cara Mengubah Teks Prosedur Menjadi Cerpen
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, siswa tidak hanya dituntut memahami jenis teks, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dalam menulis. Salah satu latihan yang menarik adalah mengubah teks prosedur menjadi cerpen. Meskipun keduanya berbeda—teks prosedur bersifat informatif, sedangkan cerpen bersifat naratif—keduanya bisa saling terhubung jika dipahami dengan baik.
1. Memahami Isi Teks Prosedur
Langkah pertama adalah memahami isi dan tujuan teks prosedur yang akan diubah. Teks prosedur berisi langkah-langkah melakukan sesuatu, misalnya cara membuat kue, menanam bunga, atau menggunakan alat tertentu. Penulis harus memahami prosesnya secara menyeluruh agar bisa mengembangkan cerita yang logis dan tetap relevan.
2. Menentukan Tokoh dan Latar Cerita
Setelah memahami isi teks prosedur, penulis perlu menciptakan tokoh utama yang akan melakukan langkah-langkah tersebut. Tokoh inilah yang akan menjadi pusat cerita. Latar tempat dan waktu juga harus dibuat agar pembaca bisa membayangkan suasana saat proses berlangsung. Misalnya, jika teks prosedurnya tentang membuat kue, latar bisa di dapur rumah pada sore hari.
3. Menyisipkan Konflik dan Tujuan Tokoh
Cerpen yang menarik selalu memiliki konflik atau tujuan yang ingin dicapai tokoh. Dalam proses ini, langkah-langkah dalam teks prosedur bisa dijadikan bagian dari perjalanan tokoh mencapai tujuannya. Contohnya, tokoh ingin membuat kue ulang tahun untuk ibunya, tetapi menghadapi berbagai kendala—tepung habis, oven rusak, atau waktu yang hampir habis. Konflik semacam ini akan membuat cerita lebih hidup.
4. Mengubah Kalimat Perintah Menjadi Narasi dan Dialog
Ciri utama teks prosedur adalah kalimat perintah seperti “Siapkan bahan-bahan,” atau “Panaskan oven.” Saat diubah menjadi cerpen, kalimat tersebut diubah menjadi narasi atau dialog yang alami. Misalnya:
➡️ Teks prosedur: “Panaskan oven selama 15 menit.”
➡️ Cerpen: “Sambil menunggu adonan jadi, Rani menyalakan oven kecil di pojok dapur. Suaranya berdengung lembut menandakan waktu mulai berjalan.”
5. Menambahkan Emosi dan Deskripsi
Cerpen hidup karena menggugah perasaan pembaca. Penulis harus menambahkan unsur emosional dan deskripsi yang memperkaya suasana. Misalnya, aroma kue yang harum, rasa gugup tokoh, atau kebahagiaan saat hasilnya jadi sempurna. Unsur ini membuat pembaca ikut merasakan pengalaman tokoh.
6. Menyusun Alur Cerita yang Menarik
Langkah-langkah prosedur diubah menjadi urutan kejadian (alur). Alur ini bisa dibuat maju, mundur, atau campuran, tergantung kebutuhan cerita. Setiap tahap prosedur harus menyatu secara alami dengan jalan cerita, bukan terasa seperti instruksi.
7. Menutup Cerita dengan Pesan atau Nilai Moral
Cerpen biasanya diakhiri dengan makna atau pesan tertentu. Pesan ini bisa dikaitkan dengan isi teks prosedur. Misalnya, dari cerita membuat kue, tokoh belajar tentang ketulusan, kesabaran, atau kasih sayang keluarga.
Mengubah teks prosedur menjadi cerpen berarti mengubah sesuatu yang informatif menjadi ekspresif dan imajinatif. Langkah-langkah prosedur dijadikan bagian dari alur cerita, sementara tokoh dan konflik memberi nyawa pada tulisan. Dengan latihan ini, siswa tidak hanya memahami struktur teks, tetapi juga mengasah kreativitas dan kemampuan berbahasa secara mendalam.
Keterangan: Cara Mengubah Cerpen Menjadi Puisi
Sastra adalah bentuk ekspresi yang indah, dan setiap jenis karya memiliki keunikan tersendiri. Cerpen dan puisi, meski sama-sama lahir dari imajinasi dan perasaan, berbeda dalam cara menyampaikan maknanya. Cerpen bercerita dengan alur dan tokoh, sedangkan puisi menyentuh dengan rasa dan bahasa yang padat. Namun, keduanya dapat saling diubah jika penulis mampu menangkap esensi maknanya.
Mengubah cerpen menjadi puisi bukan sekadar memendekkan cerita, tetapi mengubah bentuk narasi menjadi keindahan makna yang tersirat. Berikut langkah-langkah dan prinsip penting dalam proses tersebut.
1. Membaca dan Memahami Cerpen Secara Utuh
Langkah pertama adalah memahami isi dan pesan dari cerpen yang akan diubah. Pahami siapa tokohnya, apa konflik yang terjadi, dan bagaimana akhir ceritanya. Tanpa pemahaman ini, puisi yang dihasilkan bisa kehilangan makna utama.
Contohnya, jika cerpen menceritakan perjuangan seorang anak menanam bunga untuk ibunya, maka inti ceritanya adalah kasih sayang dan ketulusan — bukan hanya tentang kegiatan menanam bunga. Nilai inilah yang akan diangkat dalam bentuk puisi.
2. Menemukan Tema dan Suasana
Puisi tidak bercerita secara panjang, tetapi menonjolkan tema dan perasaan utama dari cerita. Dari sebuah cerpen, penulis harus menentukan apakah puisinya ingin bernuansa haru, bahagia, rindu, perjuangan, atau kasih sayang.
Contoh: dari cerpen “Mawar untuk Ibu”, tema yang bisa dipilih adalah cinta anak kepada ibu dengan suasana lembut dan penuh haru.
3. Menyaring Kalimat Penting dan Simbolik
Dalam puisi, tidak semua detail diceritakan. Penulis cukup memilih kalimat atau gambaran yang paling kuat maknanya. Ungkapan seperti “Rani menanam bunga di halaman” bisa disimbolkan menjadi:
“Aku menanam doa di tanah kasih ibu.”
Kalimat tersebut lebih puitis, padat, dan penuh makna dibanding bentuk naratifnya.
4. Mengubah Narasi Menjadi Imaji dan Perasaan
Puisi hidup dari imaji (gambaran) dan emosi. Maka dari itu, setiap peristiwa dalam cerpen perlu diubah menjadi citra yang menggugah pancaindra. Cerpen yang penuh dialog bisa diubah menjadi ungkapan batin tokoh.
Contoh:
Cerpen: “Ibunya tersenyum bangga saat menerima bunga itu.”
Puisi: “Senyummu, Ibu, adalah matahari yang menumbuhkan mawar di hatiku.”
5. Memadatkan Bahasa dan Menggunakan Gaya Puitis
Bahasa dalam puisi cenderung ringkas, simbolik, dan penuh majas. Hindari kata-kata langsung seperti “aku sedih” atau “aku gembira.” Gantilah dengan simbol yang menggambarkan perasaan itu, seperti “langit mendung di mataku” atau “mentari menari di dadaku.”
6. Menjaga Pesan Utama Cerpen
Meskipun bentuknya berubah, makna utama dari cerpen harus tetap terasa. Jika cerpen mengandung pesan moral tentang ketulusan, maka puisi yang dihasilkan juga harus mengekspresikan nilai yang sama, meski dalam kata yang lebih singkat dan simbolik.
Mengubah cerpen menjadi puisi adalah proses mengubah cerita menjadi rasa. Penulis tidak lagi fokus pada alur, tetapi pada emosi dan makna yang tersembunyi di balik peristiwa. Cerpen berbicara tentang apa yang terjadi, sementara puisi menyuarakan apa yang dirasakan
Dengan mengubah cerpen menjadi puisi, seseorang belajar mengekspresikan makna secara padat, indah, dan penuh daya imajinasi — sebuah latihan yang mempertemukan logika bercerita dan keindahan bahasa sastra.
3. Contoh Cerpen: Mawar untuk Ibu
Orientasi
Pagi itu, matahari menembus celah jendela kamar Rani. Gadis kecil itu bergegas bangun sambil membawa sekantong bibit mawar yang kemarin ia beli di toko bunga. Hari ini istimewa — ulang tahun ibunya. Ia ingin memberi sesuatu yang tumbuh dari tangannya sendiri.
Komplikasi
Dengan hati-hati, Rani menggali tanah di halaman belakang rumah. Tangannya kotor, tapi senyumnya tak hilang. Ia teringat pesan penjual bunga, “Tanahnya jangan terlalu kering, tapi juga jangan becek, ya.” Maka ia menyiapkan campuran tanah dan pupuk kompos, lalu memasukkan bibit mawar kecil itu ke dalam lubang yang sudah ia buat.
Selesai menanam, Rani menyiramnya perlahan. Air bening mengalir ke akar, membuat tanah tampak lebih hidup. Angin membawa aroma segar, seolah ikut memberkati niat tulusnya. Ia menatap hasil tanamannya sambil berbisik pelan,
“Tumbuhlah yang cantik, ya. Aku ingin Ibu tersenyum saat melihatmu nanti.”
Hari demi hari, Rani tak pernah lupa menyiram dan menjaga bunga itu dari panas berlebih. Ketika kelopak pertama akhirnya mekar berwarna merah muda lembut, ia hampir menitikkan air mata. Mawar itu tumbuh sempurna, sama seperti cintanya pada sang ibu. Dalam hati Rani ada sebersit ragu."Akankah Ibu mau menerima bunganya?"
Rani sadar Ibu memiliki selera borjuis soal bunga. Ya bunga di taman Ibu sangat bagus-bagus. Mawar yang ia tanam tak mampu menandingi seujung kukupun bunga mawar di taman Ibu. Hanya saja mawar yang ia tanam kali ini punya spesies beda dan warna beda. Rani tahu, Ibu belum memiliki koleksi bunga ini.
Resolusi
Pagi ulang tahun pun tiba. Rani memetik mawar itu dengan hati-hati dan meletakkannya di meja makan. Ibunya yang datang dari dapur tertegun melihatnya.
“Kamu yang menanam ini, Nak?” tanya ibunya lembut.
“Iya, Bu. Rani ingin kasih bunga yang tumbuh dari cinta, bukan dari toko,” jawabnya malu-malu.
Senyum ibunya merekah, seindah mawar yang kini terletak di tangannya. "Ibu suka?" Tanyanya ragu. Dijawab Ibu anggukan dan ciuman lembut di pipi Rani.
Koda/Amanat
Hari itu, halaman kecil mereka tak hanya dipenuhi aroma bunga, tetapi juga kehangatan kasih sayang yang tumbuh dari kesederhanaan.
Penjelasan Singkat
Cerpen di atas awalnya berasal dari teks prosedur “Cara Menanam Bunga Mawar”, yang langkah-langkahnya seperti:
Tujuan : Memberi hadiah untuk Ibu
Bahan :
Siapkan tanah dan pupuk., bunga mawar, pot
Alat : Cangkul, sendok tanah, dan sarung tangan kebun
Langkah :
Gali tanah di halaman belakang rumah
Campur tanah dan pupuk kompos
Masukkan bibit mawar kecil ke dalam lubang yang sudah dibuat.
Siram perlahan
Rawat hingga mekar.
Langkah-langkah itu kemudian diubah menjadi alur cerita, dengan tokoh (Rani), tujuan (menanam bunga untuk ibunya), dan konflik kecil (usaha dan ketulusan dalam menanam). Kalimat perintah diubah menjadi narasi dan dialog yang alami, menghasilkan cerita yang hangat dan bermakna.
4. Contoh Teks Cerpen Modern
Mawar di Hati Ibu
Di halaman kecil yang disapa mentari,
kutanam benih rindu dengan jemari kecilku.
Tanahnya hangat, lembab oleh harapan,
airnya adalah doa yang mengalir dari dada.
Setiap pagi kutatapnya tumbuh,
daun demi daun membuka cerita cinta,
seakan tahu —
setiap tetes keringatku adalah persembahan untukmu, Ibu.
Kau mungkin tak tahu,
betapa aku takut mawar itu tak akan mekar,
seperti aku yang kadang ragu,
mampukah bahagiakanmu dengan tangan sederhana ini.
Namun saat kelopak pertama terbuka,
aku melihat senyum yang dulu meninabobokkan letihku.
Senyummu, Ibu —
adalah matahari yang menumbuhkan seluruh bunga di hatiku.
Kini mawar itu kutaruh di meja makan,
tak seindah hadiah dari toko-toko besar,
tapi ia tumbuh dari cinta yang kutanam
dengan air mata, doa, dan rindu yang tak pernah kering.
Penjelasan Singkat
Puisi ini diambil dari inti cerpen “Mawar untuk Ibu”.
Tokoh Rani diubah menjadi “aku”, agar puisinya lebih personal dan reflektif.
Proses menanam bunga diubah menjadi simbol menanam cinta dan doa untuk ibu.
Dialog dan alur diubah menjadi perasaan batin dan citra puitis, seperti “benih rindu” atau “matahari di hatiku.”
Selamat Membaca(YS MM)*
Ini Bahan Ujian Bahasa Indonesia 1, Kelas 9
https://www.kiprahkita.com/2025/11/bahan-ujian-bahasa-indonesia-1-kelas-9.html

0 Komentar