Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir, UMSB Gelar Pendampingan Psikososial di Padang

PADANG, kiprahkita.com Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menggelar kegiatan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban banjir di Kota Padang sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Muttaqiin, Kecamatan Nanggalo, dengan melibatkan sekitar 50 anak terdampak banjir.


Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program
“Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Psychological First Aid: Pendampingan Trauma Healing bagi Korban Banjir di Sumatera Barat” yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, dan dijadwalkan berlangsung pada 24–28 Desember 2025.

Dalam kegiatan ini, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas ekspresif seperti bermain puzzle, membuat origami, dan mewarnai gambar. Aktivitas tersebut dirancang untuk membantu anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, serta memulihkan rasa aman setelah mengalami bencana banjir.

Tim PKM UMSB yang terdiri dari dosen, staf, dan mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Agama Islam UMSB, menerapkan pendekatan Psychological First Aid (PFA) sebagai bentuk pertolongan pertama psikologis. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ruang aman bagi anak-anak agar dapat mengolah pengalaman traumatis secara sehat dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Salah satu anggota tim, Thaheransyah, S.Sos.I., M.A., menegaskan bahwa pendampingan psikososial memiliki peran penting dalam proses pemulihan anak pascabencana. Menurutnya, trauma yang tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi perkembangan emosional dan sosial anak dalam jangka panjang.

Selain sesi trauma healing, tim juga memberikan dukungan berupa meja belajar serta perhatian terhadap kondisi dan kesehatan anak-anak selama masa pemulihan. Untuk memperluas jangkauan layanan, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Sekayan Paku, wilayah lain yang turut terdampak banjir.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh lokal, lurah setempat, hingga pimpinan cabang Muhammadiyah. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemulihan psikologis korban bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya individu atau lembaga tertentu.

Melalui kegiatan ini, UMSB menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik pascabencana, UMSB juga menempatkan aspek kesehatan mental sebagai bagian penting dari upaya membangun kembali kehidupan masyarakat terdampak banjir. (Humas UM)*

Posting Komentar

0 Komentar