JAKARTA, kiprahkita.com –Penderita asam urat seringkali merasakan nyeri hebat dan kaku di persendian, terutama saat baru bangun tidur. Namun, tahukah Anda bahwa kunci untuk mengontrol kadar kristal urat dalam darah sebenarnya bisa dimulai dari rutinitas sesaat setelah mata terbuka.
Kadar asam urat yang tinggi meningkat secara perlahan dan jika tidak terdeteksi dan dapat menyebabkan kondisi yang menyakitkan seperti asam urat, kekakuan sendi, dan kelelahan.
Meskipun pola makan dan pengobatan memainkan peran penting, rutinitas pagi Anda juga berperan besar dalam seberapa baik tubuh Anda mengelola asam urat. Untuk itu, mulailah hari dengan kebiasaan sehat agar ginjal Anda berfungsi dengan baik serta mengurangi peradangan.
| Foto: Ilustrasi air lemon. (Dok: Istimewa) |
Berikut adalah 5 kebiasaan pagi yang terbukti efektif mengendalikan asam urat secara alami mengutip Times of India dan CNBC Indonesia.
1. Awali hari dengan air hangat dan lemon
Minum segelas air hangat dengan lemon di pagi hari membantu melancarkan pencernaan dan mendorong pembuangan asam urat dari tubuh. Meskipun rasanya asam, jus lemon memiliki efek alkalisasi pada tubuh, yang membantu menetralkan kelebihan asam urat.
Air lemon juga mengandung vitamin C, yang dapat mengurangi kadar asam urat dengan membantu ekskresinya melalui urine. Sebuah studi tahun 2009 yang dilakukan HK Choi dan rekan selama 20 tahun terhadap sekitar 47.000 pria, menemukan bahwa asupan vitamin C yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko asam urat yang jauh lebih rendah.
Sementara itu, minum cukup air membantu ginjal berfungsi dengan baik dan membuang racun dari tubuh.
2. Minum 2-3 gelas air putih saat perut kosong
Air putih berperan penting dalam membuang asam urat dari tubuh Anda dengan mengencerkan asam urat dan membantu fungsi ginjal tetap optimal. Jadi, awali hari Anda dengan 2-3 gelas air putih untuk mendukung fungsi ginjal dan mencegah pembentukan kristal asam urat di persendian.
3. Sarapan rendah purin
Makanan tinggi purin termasuk daging merah, jeroan, dan makanan laut tertentu dapat menyebabkan kadar asam urat tinggi. Jadi, sebaiknya hindari makanan tersebut dan ganti dengan makanan rendah purin untuk sarapan seperti oatmeal, buah-buahan, yogurt, dan biji-bijian utuh.
Makanan rendah purin ramah bagi sistem pencernaan dan kaya serat, yang membantu menstabilkan metabolisme asam urat. Sarapan kaya serat juga melancarkan pencernaan dan membantu menyeimbangkan lonjakan gula darah.
4. Lakukan olahraga ringan saat pagi hari atau yoga
Berolahraga membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh, dan mendukung fungsi ginjal dengan membuang asam urat. Jadi, mulailah hari Anda dengan beberapa olahraga ringan seperti berjalan kaki atau berlatih yoga secara teratur.
Olahraga teratur juga membantu mengelola berat badan, yang penting untuk mengontrol kadar asam urat. Namun, seseorang harus menghindari olahraga berlebihan karena dapat meningkatkan kadar asam urat sementara akibat peningkatan asam laktat dan dehidrasi, menurut sebuah artikel opini tahun 2024 yang diterbitkan di PMC.
5. Hindari minum teh atau kopi saat perut kosong
Memulai hari dengan kafein (yang umumnya ditemukan dalam teh atau kopi) dapat membuat tubuh dehidrasi dan membebani fungsi ginjal, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyaring asam urat secara efisien.
Sebuah studi tahun 2021 berjudul 'Effect of caffeinated and decaffeinated coffee on serum uric acid and uric acid clearance' menemukan bahwa kopi berkafein sebenarnya sedikit meningkatkan kadar asam urat serum pada fase awal konsumsi, tetapi tidak secara signifikan meningkatkan risiko hiperurisemia dalam jangka panjang.
Dalam studi tersebut, peneliti membandingkan efek kopi berkafein dan tanpa kafein terhadap kadar asam urat serum serta uric acid clearance (kemampuan ginjal membuang asam urat). Hasilnya menunjukkan bahwa:
Kopi berkafein dapat menyebabkan sedikit peningkatan kadar asam urat segera setelah dikonsumsi. Namun peningkatan tersebut bersifat sementara dan tidak menetap. Konsumsi rutin dalam jumlah moderat tidak terbukti memperburuk kadar asam urat secara klinis signifikan. Kopi tanpa kafein bahkan menunjukkan kecenderungan membantu meningkatkan pembuangan asam urat melalui ginjal.
Peneliti menduga bahwa efek ini berkaitan dengan kandungan lain dalam kopi seperti polifenol dan antioksidan, bukan semata-mata kafeinnya. Beberapa komponen bioaktif dalam kopi dapat memengaruhi metabolisme purin dan sensitivitas insulin, yang pada akhirnya ikut berperan dalam regulasi asam urat.
Artinya, hubungan antara kopi dan asam urat tidak sesederhana “kopi menyebabkan asam urat naik.” Faktor seperti jumlah konsumsi, respons metabolik individu, fungsi ginjal, serta pola makan secara keseluruhan tetap berpengaruh besar.
Meski begitu, bagi penderita gout atau hiperurisemia, konsumsi kopi tetap sebaiknya dalam batas wajar dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah terbaik untuk memastikan keamanan konsumsi harian.*
0 Komentar