Launching dan Bedah Novel Biografi “Perempuan yang Mendahului Zaman” Karya Khairul Jasmi

PADANG PANJANG, kiprahkita.com Alhamdulillah, pada Minggu, 22 Februari 2026, bertempat di Aula Zainuddin Labay El Yunusy, Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, telah terlaksana acara Launching dan Bedah Novel Biografi “Perempuan yang Mendahului Zaman” karya Khairul Jasmi. 

Novel ini mengangkat kisah perjuangan Rahmah El Yunusiyyah, sosok perempuan pelopor pendidikan Islam bagi perempuan di Indonesia. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 2020 oleh Republika dan berhasil menjadi salah satu buku best seller. Di tahun 2026, buku ini kembali hadir dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, sehingga semangat perjuangan Bunda Rahmah dapat menjangkau lebih banyak pembaca.


Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Yayasan Rahmah El Yunusiyyah, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Kepala Departemen Pendidikan, Ketua STIT Diniyyah Puteri, jajaran kepala madrasah beserta wakil, guru-guru, karyawan, seluruh santri Diniyyah Puteri, serta teman-teman dari MIS Rahmah El Yunusiyyah. Kehadiran berbagai unsur keluarga besar Diniyyah Puteri membuat suasana semakin hangat dan penuh kebersamaan.


Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Gramedia dan Pimpinan Diniyyah Puteri.


Diskusi dipandu oleh Muhammad Subhan, penulis dan pegiat literasi asal Padang Panjang sekaligus founder Sekolah Menulis 'elipsis'. Suasana berlangsung hidup dan penuh antusias. Pak Khairul berbagi cerita tentang proses penulisan buku ini—bagaimana awalnya beliau belum sepenuhnya menyadari betapa besar dan luar biasanya sosok Rahmah El Yunusiyyah. Namun semakin dalam riset dilakukan, semakin tampak bahwa kisah beliau adalah kisah besar yang belum banyak diketahui orang.


Di usia 23 tahun, tepatnya pada 1923, Rahmah telah mendirikan sekolah khusus perempuan di tengah berbagai tantangan dan penolakan. Beliau juga dikenal sebagai tokoh yang pertama kali mengibarkan bendera Merah Putih di Padang Panjang, serta mendapat gelar Syaikhah dari Universitas Al-Azhar Kairo sebagai bentuk pengakuan atas keilmuan dan kiprahnya. Perjuangannya bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang keberanian, visi, dan keyakinan bahwa perempuan berhak mendapatkan pendidikan terbaik.


Sesi tanya jawab pun berlangsung seru. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari tantangan menulis tokoh sejarah, bagaimana memadukan data historis dengan pendekatan novel tanpa mengaburkan fakta, hingga proses riset yang dilakukan. Diskusi terasa hangat karena Pak Khairul menyampaikannya dengan santai, tidak kaku, dan sesekali menyelipkan humor yang membuat seluruh peserta semakin menikmati jalannya acara.Semoga melalui buku ini, semakin banyak generasi muda yang mengenal dan meneladani perjuangan Rahmah El Yunusiah perempuan yang benar-benar mendahului zamannya.*

Posting Komentar

0 Komentar