PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Suasana akademik yang khidmat menyelimuti Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang selama dua hari terakhir. Sebanyak 142 santri kelas XII mengikuti Ujian Riset yang berlangsung pada tanggal 13 hingga 14 Februari 2026. Ujian yang menjadi puncak dari proses pembelajaran ini terasa istimewa karena dilaksanakan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren ini menghadirkan kolaborasi akademik yang erat dengan perguruan tinggi. Sebanyak tiga orang penguji ahli didatangkan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, yaitu Yulnetri, M.Pd, Rini Anita, M.Pd, dan Dr. Rizka Widayanti, M.A. Mereka bergabung dengan lima orang penguji internal dari pesantren, yakni Zilan Zolilan, S.Pd, Fikri Hardinata, S.Pd., Feni Herlinda, S. Pd.I, Murdia Aini Muslim, M.Si., dan Yully Hospy, M.Pd.
Para santri secara bergiliran mempresentasikan hasil riset mereka di hadapan dewan penguji. Salah satu santri yang berhasil menarik perhatian adalah Melani, yang memilih tema "Penggunaan Gadget di Kalangan Santri Pesantren Kauman" dan mempresentasikannya dalam bahasa Inggris.
Melani mengaku senang dan bersemangat dengan pelaksanaan ujian ini. "Ini pengalaman yang luar biasa. Saya memilih tema ini karena gadget adalah isu yang dekat dengan kehidupan kami sehari-hari di pesantren. Saya berharap riset ini bisa memberikan gambaran yang objektif tentang bagaimana kami memanfaatkan teknologi, dan juga menjadi masukan bagi kami semua untuk lebih bijak dalam menggunakannya. Tantangan terbesar tentu presentasi dalam bahasa Inggris, tapi saya sudah mempersiapkannya dengan matang," ungkap Melani dengan wajah sumringah seusai ujian.
Sementara itu, Dr. Rizka Widayanti, M.A, salah satu penguji dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar, memberikan apresiasinya. "Kami sangat terkesan dengan kualitas riset dan keberanian para santri, terutama dalam mempertahankan argumen menggunakan bahasa asing. Ini adalah langkah maju yang sangat baik. Topik yang diangkat juga relevan dan kontekstual, seperti yang dibawakan oleh Melani tadi. Ini menunjukkan bahwa para santri tidak hanya belajar kitab, tetapi juga peka terhadap isu-isu kontemporer di sekitar mereka. Kami berharap kerjasama seperti ini dapat terus ditingkatkan," tuturnya.
Mudir (pimpinan) Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, M.A, dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa ujian riset bilingual ini adalah bagian dari komitmen pesantren dalam mencetak kader ulama yang intelek dan berwawasan global.
"Ujian riset dengan dua bahasa ini kami selenggarakan sebagai bentuk ikhtiar kami untuk mempersiapkan santri menghadapi tantangan zaman. Kami ingin lulusan Pesantren Kauman tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan riset yang mumpuni dan kompeten dalam berbahasa asing. Alhamdulillah, antusiasme santri sangat tinggi dan dukungan dari para penguji, terutama dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar, sangat berarti bagi kami. Ini adalah bekal berharga bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berkontribusi di masyarakat," ujar Dr. Derliana.
Ujian riset yang diikuti oleh seluruh santri kelas XII ini masih akan berlanjut pada hari berikutnya untuk menyelesaikan presentasi dari seluruh peserta. Panitia berharap seluruh rangkaian ujian dapat berjalan lancar hingga selesai dan menghasilkan lulusan-lulusan pesantren yang berkualitas dan siap bersaing di kancah global. (TR)
![]() |

0 Komentar