Owner SPPG Taluak Lintau, Veny Friska Novia Gelar Syukuran dengan Pemberian Santunan kepada Puluhan Anak Yatim dan Piatu

TANAH DATAR, kiprahkita.com SPPG Taluak Lintau menggelar kegiatan syukuran bersama relawan yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan piatu serta buka puasa bersama pada Senin (2/3). Agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen sosial perusahaan dalam memperkuat kepedulian terhadap masyarakat sekitar, khususnya di momentum Ramadan.


Owner SPPG Taluak Lintau, Veny Friska Novia, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus tanggung jawab sosial yang harus terus dijaga konsistensinya.

“Pertumbuhan usaha harus sejalan dengan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui santunan dan buka bersama ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat dan para relawan,” ujar Veny dalam keterangannya.

Ia menambahkan, pelibatan relawan dalam seluruh rangkaian kegiatan menjadi bukti bahwa kolaborasi adalah fondasi penting dalam menjalankan program sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, SPPG Taluak Lintau tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha, tetapi juga pada penciptaan nilai sosial yang berdampak langsung.

Ke depan, manajemen SPPG Taluak Lintau berkomitmen untuk terus menghadirkan program santunan dan kegiatan berbasis sosial lainnya secara terencana dan berkesinambungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat(d13)

Langkah yang dilakukan SPPG Taluak Lintau dengan menggelar santunan puluhan anak yatim dan buka puasa bersama tentu patut diapresiasi. Di bulan Ramadan, berbagi bukan hanya tradisi, melainkan refleksi nilai kemanusiaan yang paling dasar: empati.

Owner SPPG, Veny Friska Novia, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk syukur sekaligus tanggung jawab sosial. Pernyataan itu penting. Sebab dalam dunia usaha hari ini, pertumbuhan sering kali hanya diukur dari omzet dan ekspansi, bukan dari seberapa besar dampaknya bagi lingkungan sekitar.

Tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) bukan sekadar agenda, ia adalah komitmen jangka panjang. Anak yatim tidak hanya membutuhkan bantuan saat Ramadan. Mereka membutuhkan akses pendidikan, pendampingan, dan keberlanjutan dukungan.

Di sisi lain, pelibatan relawan yang disebut sebagai fondasi kolaborasi adalah langkah positif. Ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial tidak berdiri sendiri, tetapi membangun jejaring kepedulian. Jika dikelola dengan serius, model kolaboratif seperti ini bisa melahirkan gerakan sosial yang lebih luas—bukan sekadar acara satu hari.

Bagi masyarakat Tanah Datar, kegiatan seperti ini membawa pesan moral bahwa usaha lokal mampu tumbuh tanpa melupakan akar sosialnya. Bagi dunia usaha, ini menjadi pengingat: legitimasi publik tidak dibangun hanya lewat produk dan layanan, tetapi lewat kontribusi nyata.

Kuncinya ada pada konsistensi.

Apakah santunan ini akan berkembang menjadi program pendidikan berkelanjutan?

Apakah buka bersama ini akan melahirkan gerakan pembinaan generasi muda?

Jika iya, maka SPPG Taluak Lintau bukan hanya berbagi makanan, tetapi membangun harapan dan masa depan mereka.

Ramadan memang bulan berbagi. Tetapi nilai sejatinya adalah kesinambungan. Karena kepedulian yang sejati tidak berhenti ketika takbir Idulfitri berkumandang.*

Posting Komentar

0 Komentar