Minuman yang Sebaiknya Dihindari demi Menjaga Kesehatan Jantung

 

JAKARTA, kiprahkita.com Minuman adalah segala jenis cairan yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan, menghilangkan dahaga, serta dapat memberikan manfaat tertentu bagi kesehatan dan energi tubuh. Minuman bisa berupa air putih, teh, kopi, susu, jus buah, hingga minuman tradisional dan modern lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, minuman juga memiliki fungsi sosial dan budaya, seperti disajikan dalam acara adat, pertemuan keluarga, maupun kegiatan keagamaan. Selain menyegarkan, beberapa minuman mengandung nutrisi seperti vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik bagi tubuh.

Menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan melalui olahraga rutin, tetapi juga dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman sehari-hari. Pakar kesehatan dan usia harapan hidup lulusan Cornell University, Vassily Eliopoulos, mengungkapkan ada sejumlah minuman yang sebaiknya dibatasi bahkan dihindari demi menjaga kesehatan kardiovaskular.

Minuman demi Menjaga Kesehatan Jantung

Menurut dia, beberapa jenis minuman dapat meningkatkan kadar gula darah, memicu gangguan metabolisme, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung apabila dikonsumsi berlebihan.

Berikut lima minuman yang dinilai perlu dihindari untuk menjaga kesehatan jantung:

1. Jus Buah

Meski buah dikenal sehat, jus buah ternyata tidak selalu memberikan manfaat yang sama. Menurut Vassily Eliopoulos, jus buah mengandung gula tinggi namun minim serat.

“Ini adalah gula cair tanpa serat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jus buah dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat dibandingkan minuman bersoda karena serat alami buah yang biasanya memperlambat penyerapan gula telah hilang dalam proses pengolahan.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan trigliserida dan memaksa pankreas memproduksi insulin secara berlebihan jika dikonsumsi terus-menerus.

2. Minuman Kopi Manis

Kopi sebenarnya dapat memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebihan. Namun, berbagai minuman kopi modern seperti latte atau kopi dengan sirup manis justru mengandung gula dalam jumlah tinggi.

Menurut Vass, satu gelas besar latte bisa mengandung hingga 50 gram gula atau setara makanan penutup.

Kandungan gula berlebih tersebut berisiko meningkatkan berat badan, kadar gula darah, dan gangguan kesehatan jantung dalam jangka panjang.

3. Minuman Olahraga

Minuman olahraga atau sports drink umumnya dipasarkan untuk mengganti cairan tubuh setelah aktivitas fisik. Namun, minuman ini dinilai tidak diperlukan bagi kebanyakan orang yang tidak melakukan olahraga berat dalam waktu lama.

Selain tinggi kalori, beberapa produk juga mengandung pewarna buatan dan gula tambahan yang dapat berdampak buruk bagi metabolisme tubuh.

Menurut Vass, air putih dan elektrolit alami sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sehari-hari.

4. Alkohol Berlebihan

Konsumsi alkohol berlebihan diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko gangguan jantung.

Vass menyarankan konsumsi alkohol dibatasi maksimal dua gelas per bulan untuk mengurangi risiko serangan jantung dan peradangan dalam tubuh.

Selain itu, alkohol juga dapat mengganggu pola tidur dan memicu inflamasi jika dikonsumsi terlalu sering.

5. Soda Diet

Meski rendah gula, soda diet tetap dianggap bukan pilihan sehat karena mengandung pemanis buatan.

Menurut Vass, pemanis buatan dapat memicu respons insulin dan memengaruhi keseimbangan mikrobioma usus. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi soda diet dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk memilih minuman yang lebih sehat seperti air putih, teh tanpa gula, atau infused water alami. Pola makan seimbang dan gaya hidup aktif tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Baca Juga

https://www.kiprahkita.com/2026/05/putusan-mk-jadi-momentum-evaluasi.html

Posting Komentar

0 Komentar