PADANG, kiprahkita.com –Ulama sekaligus akademisi, Buya Zulkarnaini, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat periode 2026–2031. Ia dipercaya memimpin MUI Sumbar setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Sumbar yang berlangsung pada Minggu (12/7/2026).
Terpilihnya Zulkarnaini secara aklamasi mencerminkan besarnya kepercayaan para peserta Musda terhadap kapasitas dan pengalaman panjangnya dalam bidang keulamaan, pendidikan Islam, dakwah, serta pengembangan kelembagaan keagamaan di Sumatera Barat.
![]() |
Zulkarnaini Pimpin MUI Sumbar Periode 2026–2031 |
Zulkarnaini merupakan ulama kelahiran Paninjauan, Kabupaten Solok, pada 21 April 1955. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai akademisi, dosen, dai, sekaligus pakar ushul fikih yang aktif membina umat melalui berbagai forum pendidikan dan organisasi keagamaan.
Di lingkungan MUI, sosoknya bukanlah orang baru. Sebelum dipercaya memimpin MUI Sumbar, ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Fatwa, Hukum, dan Perundang-undangan MUI Sumbar. Ia juga pernah memimpin MUI Kabupaten Solok selama dua periode, yakni 2005 hingga 2015.
Selain aktif di MUI, Zulkarnaini juga memiliki rekam jejak yang kuat di Persyarikatan Muhammadiyah. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumbar, serta memimpin berbagai majelis di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Solok.
Dalam bidang akademik, perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri 6 Gunung Padang Panjang, kemudian melanjutkan studi di Thawalib Padang Panjang. Pendidikan sarjana diselesaikannya di IAIN Imam Bonjol Padang, kemudian meraih gelar magister di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Selanjutnya, ia menamatkan pendidikan doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan konsentrasi ilmu ushul fikih.
Keilmuan Zulkarnaini berfokus pada ushul fikih, fatwa dan hukum Islam, tarjih dan tajdid, dakwah Islam, serta pengembangan kelembagaan keagamaan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin MUI Sumbar menghadapi berbagai tantangan keumatan di era modern.
Di bidang pengabdian, ia aktif melakukan pembinaan kader ulama, pengembangan fatwa keagamaan, penguatan moderasi beragama, hingga pembinaan pesantren dan lembaga pendidikan Islam di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Sebagai intelektual Muslim, Zulkarnaini juga produktif menghasilkan karya ilmiah berupa buku, artikel, dan makalah yang membahas metodologi istinbath hukum Islam, ushul fikih, fikih kontemporer, fatwa dalam perspektif ushul fikih, pemikiran tarjih Muhammadiyah, serta pengembangan pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah.
Dengan amanah baru sebagai Ketua Umum MUI Sumbar periode 2026–2031, Zulkarnaini diharapkan mampu memperkuat peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus pembimbing umat dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan, sosial, dan kebangsaan, serta menjaga nilai-nilai Islam yang moderat dan rahmatan lil 'alamin di Ranah Minang.*
Baca Juga
https://www.kiprahkita.com/2026/07/gubernur-mahyeldi-asn-harus-jadi-garda.html

0 Komentar