Muhammadiyah Ubah Program Makan Bergizi Jadi Gerakan Mandiri dan Berkelanjutan

 

YOGYAKARTA, kiprahkita.com Muhammadiyah mengubah pendekatan program makan bergizi dari sekadar respons terhadap kebijakan pemerintah menjadi gerakan mandiri dan berkelanjutan. Langkah ini ditandai dengan pembentukan Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) yang disiapkan sebagai lembaga jangka panjang.



Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan bahwa BPPGM tidak akan bergantung pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Menurutnya, Muhammadiyah tengah menyiapkan peta jalan kelembagaan agar program tersebut dapat berjalan secara mandiri dan berkesinambungan.


“Sejak November 2024 kita memulai dari nol, dan alhamdulillah hari ini sudah bertransformasi menjadi Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah,” ujar Hilman dalam keterangannya di Gedoeng Moehammadijah, Yogyakarta, Ahad (26/4).


Ia menjelaskan, ke depan BPPGM akan menyusun standarisasi proses bisnis, model investasi, serta struktur keuangan. Langkah ini dilakukan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki acuan yang seragam dalam operasionalnya.


Sebelum menjadi BPPGM, Muhammadiyah terlebih dahulu membentuk Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM). Inisiatif tersebut bertujuan mendukung pelaksanaan program MBG agar tetap berintegritas dan terhindar dari praktik moral hazard.


Sementara itu, Direktur BPPGM, M. Nurul Yamin, memaparkan capaian program MBM selama satu tahun terakhir. Program tersebut telah menjangkau 30 provinsi dan 143 kabupaten/kota dengan total sekitar 404 ribu penerima manfaat.


Hingga 25 April 2026, sebanyak 197 unit SPPG telah beroperasi di berbagai daerah. Selain itu, 21 unit masih dalam tahap verifikasi dan validasi, serta 102 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan.


“Kami menekankan bahwa program ini berdiri di atas tiga pilar utama, yakni keamanan pangan, tata kelola yang amanah dan profesional, serta ekosistem berkelanjutan,” ujar Yamin.


Ia menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi serta pemberdayaan masyarakat di lingkungan Muhammadiyah.


Transformasi ini menandai pergeseran strategi Muhammadiyah dari program bantuan jangka pendek menuju sistem layanan gizi yang lebih terstruktur, mandiri, dan berorientasi jangka panjang.*

Posting Komentar

0 Komentar