Indeks Panas "Feels Like" di Pekanbaru dan MEKKAHTembus 41°C dan 50°C , Diimbau Waspada


Sumatra Membara: Indeks Panas "Feels Like" di Pekanbaru Tembus 41°C, Warga Diimbau Waspada

PEKANBARU, kiprahkita.com Gelombang panas permukaan yang cukup menyengat sedang melanda sebagian besar wilayah Pulau Sumatra hari kemarin. Berdasarkan pantauan data satelit cuaca pada Jumat (5/6) pukul 13.00 WIB, suhu yang dirasakan oleh tubuh manusia (feels like temperature) di sejumlah kota besar. Sumatra mencapai angka yang sangat ekstrem, bahkan menembus hingga 41°C.

Indeks Panas "Feels Like" di Pekanbaru



Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan suhu feels like tertinggi di Sumatra, yakni mencapai 41°C. Angka ini menunjukkan tingginya indeks kelembapan yang berpadu dengan suhu udara permukaan, sehingga hawa panas yang dirasakan masyarakat jauh lebih menyengat daripada suhu di termometer biasa.

Tidak hanya Pekanbaru, beberapa kota metropolitan dan pusat ekonomi di Sumatra juga mencatatkan angka yang mengkhawatirkan: Medan, Palembang, dan Bengkulu kompak mencatatkan suhu feels like sebesar 40°C. Jambi berada di angka 38°C. Banda Aceh menyusul dengan 37°C. Padang mencatat suhu yang relatif sedikit lebih rendah namun tetap gerah di angka 35°C.

Analisis Visual
Peta Cuaca Dari visualisasi peta termal, warna merah pekat mendominasi sepanjang dataran rendah di pesisir timur Sumatra, mulai dari Sumatra Utara, Riau, Jambi, hingga Sumatra Selatan. Sebaliknya, wilayah yang berada di sepanjang dataran tinggi Pegunungan Bukit Barisan terlihat memiliki gradasi warna yang lebih terang, menandakan suhu yang sedikit lebih sejuk. Kondisi serupa juga terpantau melanda negara tetangga, di mana Kuala Lumpur dan Singapore masing-masing mencatat suhu feels like 39°C.

Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat
Menyikapi kondisi cuaca yang sangat terik ini, pakar kesehatan mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi guna menghindari heat stroke atau dehidrasi.

Cukupi Kebutuhan Cairan: Minum air putih lebih banyak tanpa menunggu rasa haus datang. Gunakan Pelindung: Gunakan tabir surya (sunscreen), topi, atau payung saat terpaksa beraktivitas di bawah terik matahari langsung. Kurangi Aktivitas Fisik Berat: Batasi kegiatan fisik yang menguras energi di luar ruangan pada jam-jam krusial (pukul 11.00-15.00 WIB.

Mekkah Lebih Panas, Suhu Saat Haji 2026 Diprediksi Capai 47 Derajat Celsius

MEKKAH – Cuaca panas ekstrem menjadi salah satu tantangan yang dihadapi jutaan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) memperkirakan suhu udara di Mekkah dan kawasan suci lainnya dapat mencapai 44 hingga 47 derajat Celsius pada siang hari selama musim haji tahun ini. (detikHealth)


Kondisi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan suhu udara di sejumlah kota besar Indonesia, termasuk Pekanbaru. Meski Pekanbaru kerap mencatat indeks panas atau "feels like" yang tinggi akibat kelembapan udara yang mencapai 80 hingga 90 persen, suhu udara di Mekkah tetap lebih ekstrem dengan kisaran 44-47 derajat Celsius disertai angin kencang yang membawa debu dan pasir. NCM juga memperkirakan kelembapan udara di Mekkah berada pada kisaran 10 hingga 40 persen dengan kecepatan angin 15-40 kilometer per jam. (ZiyaraGo)


Otoritas Arab Saudi telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari penyediaan area teduh, pendingin udara, hingga penyemprot kabut air di sejumlah titik untuk mengurangi risiko serangan panas dan dehidrasi. Jemaah diimbau memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan payung, serta menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari, terutama pada siang hingga sore hari. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)


Dengan suhu yang diperkirakan menembus 47 derajat Celsius, musim haji 2026 menjadi salah satu periode terpanas dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, kesiapan fisik dan kepatuhan terhadap anjuran kesehatan menjadi kunci agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan lancar. (detikHealth)*

Posting Komentar

0 Komentar