Menguning Aula AR. St. Mansur Kauman Padang Panjang, Milad 'Aisyiyah ke-109

PADANG PANJANG, kiprahkita.com Wakil Wali Kota Alex Saputra Buka Milad 'Aisyiyah ke-109, Kenang Pengabdian Istri sebagai Bidan Desa di Malalo


Semarak Milad 'Aisyiyah ke-109 yang diselenggarakan di Aula AR. St. Mansur Kauman Padang Panjang, Ahad (21/6/2026). Aulapun menguning oleh kostum nasional ibu-ibu 'Aisyiyah yang hadir. Wakil Wali Kota Padang Panjang, Alex Saputra, secara resmi membuka kegiatan Milad 'Aisyiyah tersebut. Kehadiran Wakil Wali Kota didampingi oleh Asisten I Pemerintah Kota Padang Panjang serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang Panjang, Ny. Sri Wahyuni Alex Saputra.


Kegiatan juga dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bapak Yandri Naga, S.Ag dan Ibu Dra. Fauziah Ahmad Pimpinan Daerah 'Aisyiyah PABASKO (Padamg Panjamg, Batipuh, X Koto, tokoh masyarakat, serta para kader Aisyiyah dari cabang dan ranting 'Aisyiyah se-PABASKO tersebut berlangsung meriah, akrab, penuh kekeluargaan, dan semangat kebersamaan.



Milad ke-109, 'Aisyiyah Padang Panjang Teguhkan Komitmen Dakwah dan Pemberdayaan Perempuan


Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars 'Aisyiyah yang dipandu Mona Muslihati, S.Pd. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dengan suara merdu Rahma Sari Matondang.


Ketua panitia pelaksana, Fitra Lismawarti, M.Pd, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Milad ke-109 'Aisyiyah. Ia berharap momentum milad menjadi sarana memperkuat sinergi dan semangat pengabdian kader dalam menjalankan misi dakwah serta pemberdayaan masyarakat.


Di bidang pendidikan, 'Aisyiyah merupakan salah satu pelopor pendidikan perempuan dan anak di Indonesia. Tahun 1919 berdiri TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), 'Aisyiyah terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal. 'Aisyiyah  mengelola berbagai lembaga pendidikan mulai dari PAUD dan TK, sekolah dasar dan menengah, hingga perguruan tinggi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.


Pidato Milad 'Aisyiyah ke-109 disampaikan oleh Dra. Fauziah Ahmad. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa selama lebih dari satu abad, 'Aisyiyah telah menjadi pelopor gerakan perempuan Islam berkemajuan yang berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan dakwah kemasyarakatan.


Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Padang Panjang, Batipuh, dan X Koto (Pabasko), Drs. Yandi Naga. Ia mengapresiasi kiprah 'Aisyiyah yang terus memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa serta menjadi mitra strategis Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.


Sambutan Pemerintah Kota Padang Panjang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, yang hadir mewakili Wali Kota. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan peran aktif 'Aisyiyah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan perempuan dan keluarga.


Wakil Wali Kota Alex Saputra juga menyampaikan apresiasi atas kiprah Aisyiyah yang selama lebih dari satu abad telah berkontribusi dalam tersebut. Menurutnya, Aisyiyah merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang maju, berdaya, dan berakhlak mulia.


Peringatan Milad Aisyiyah ke-109 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat dakwah dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota dan organisasi perempuan di Kota Padang Panjang.


"Aisyiyah telah membuktikan diri sebagai organisasi perempuan yang konsisten dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan membantu pemerintah dalam berbagai program pembangunan. Semoga di usia ke-109 tahun ini, Aisyiyah semakin maju dan terus memberi manfaat bagi umat," ujarnya.


Suasana sambutan menjadi lebih hangat ketika Alex Saputra mengenang hubungan emosional keluarganya dengan masyarakat Malalo dan tokoh-tokoh perempuan yang hadir dalam acara tersebut. Ia menyebut memiliki kedekatan sejarah dengan keluarga Dra. Fauziah Ahmad.


Menurut Alex, kenangan itu bermula ketika istrinya, Ny. Sri Wahyuni Alex Saputra, masih bertugas sebagai bidan desa di Malalo sejak 2006. Masa pengabdian tersebut meninggalkan banyak cerita dan hubungan kekeluargaan yang hingga kini tetap terjalin baik dengan ibu-ibu 'Aisyiyah yang hadir dari Malalo dan masyarakat setempat.


"Ya, saya orang Malalo. Kami memiliki banyak kenangan indah dengan masyarakat Malalo. Saat istri saya bertugas sebagai bidan desa di sana, kami merasakan kedekatan dan kekeluargaan yang luar biasa. Karena itu, setiap bertemu dengan tokoh-tokoh dan keluarga dari Malalo, selalu ada rasa haru dan kebanggaan tersendiri," ungkapnya.


Dr. H. Irwandi Nasyir, M.Pd. dan Istri (Tengah)


Pengkaderan remaja Nasyiyatul 'Aisyiyahm, Kontribusi Menjawab Tantangan Sosial


Peringatan Milad ke-109 pun semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan Dr. H. Irwandi Nasyir, M.Pd. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh kader 'Aisyiyah untuk terus memperkuat nilai-nilai keislaman, menjaga semangat berorganisasi, serta meningkatkan pengkaderan sebagai ruh dan napas kelanjutan organisasi. Jangan terputus sampai Ibu 'Aisyiyah yang sekarang saja. Lakukan pengkaderan remaja Nasyiyatul 'Aisyiyah.


Pengkaderan remaja Nasyiyatul 'Aisyiyah kontribusi dalam menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat oleh 'Aisyiyah.


Melalui peringatan Milad ke-109 ini, 'Aisyiyah Padang Panjang harus meneguhkan kembali langkah dan komitmennya sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang terus berkiprah dalam dakwah amar makruf nahi mungkar, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan masyarakat yang berkeadaban dan berkemajuan.


Dalam kesempatan tersebut beliau juga menyemangati kader bahwa pesan pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yakni "Hidup-hidupilah Muhammadiyah, Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah" Benar. Itu tetap menjadi pedoman bagi seluruh warga Persyarikatan. Pesan tersebut mengandung makna bahwa setiap kader hendaknya berjuang dengan ikhlas, mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk kemajuan dakwah tanpa menjadikan organisasi sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.


Namun seiring perkembangan zaman dan semakin majunya Amal Usaha Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi, kita kader yang kini memperoleh kesempatan untuk berkarya, berinovasi, dan mengabdi melalui lembaga-lembaga yang dikelola Persyarikatan. Seperti Umi Dr. Derliana, M.A. memakmurkan Pondok Pesantren Internasional. 


Dengan demikian, warga Muhammadiyah dan 'Aisyiyah tidak hanya menghidupi organisasi melalui pengabdian dan perjuangannya, tetapi juga dapat dihidupi oleh Persyarikatan melalui pekerjaan profesional seperti Umi Dr. Derliana, M.A. di amal usaha, tanpa mengurangi nilai keikhlasan dan semangat dakwah yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah. Berapa banyak guru di Amal Usaha Muhammadiyah yang mereka bisa mencari hidup secara profesional. Begitupun rumah sakit. Butuh banyak tenaga medis. Bahkan Amal Usaha Muhammadiyah kita saat ini sudah mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah baru Pabrik Infus.


Acara ditutup dengan tausiyah yang memberikan penguatan spiritual kepada seluruh peserta, sehingga peringatan Milad Aisyiyah ke-109 berlangsung penuh makna dan semangat kebersamaan membangun Amal Usaha Muhammadiyah .


"Aisyiyah terus bergerak, menginspirasi, dan memberi manfaat bagi umat serta bangsa." (Redaksi/ General Manager Yusriana Siregar)*

Posting Komentar

0 Komentar