UIN Mahmud Yunus Batusangkar Lahirkan Dua Doktor Perdana Program Studi Islam

BATUSANGKAR, kiprahkita.com Momentum bersejarah tercatat di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar ketika Program Doktoral (S3) Studi Islam sukses melahirkan dua doktor pertama melalui pelaksanaan ujian terbuka promosi doktor yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai IV.


Kegiatan akademik yang berlangsung khidmat tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Di hadapan para guru besar, promotor, ko-promotor, dan tim penguji, para kandidat doktor mempertanggungjawabkan hasil penelitian dan karya ilmiah yang telah ditempuh melalui proses panjang penelitian, diskusi akademik, serta pengabdian keilmuan.

Dua Doktor Perdana Program Studi Islam


Dua doktor perdana yang berhasil menyelesaikan studi pada Program Doktoral Studi Islam tersebut adalah Dr. Desmita dan Dr. Reni Susanti. Keberhasilan keduanya menjadi capaian bersejarah sekaligus kebanggaan bagi civitas akademika UIN Mahmud Yunus Batusangkar.


Ujian terbuka ini tidak hanya menjadi forum akademik untuk menguji kualitas dan kontribusi penelitian, tetapi juga menandai lahirnya tanggung jawab keilmuan yang lebih besar. Gelar doktor yang diraih merupakan amanah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, memberikan kontribusi bagi masyarakat, serta menghadirkan gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan umat dan peradaban.


Keberhasilan melahirkan doktor perdana ini juga menjadi bukti komitmen UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengembangan keilmuan Islam di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran Program Doktoral Studi Islam diharapkan semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual yang berintegritas dan berdaya saing.


Civitas akademika UIN Mahmud Yunus Batusangkar menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada kedua doktor baru atas capaian akademik yang diraih. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, diamalkan dalam kehidupan, serta menjadi cahaya yang menerangi masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Mujādilah ayat 11, “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan merupakan jalan kemuliaan sekaligus amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kebaikan bersama.Bukan sekadar sebuah sidang, tetapi sebuah peristiwa yang menandai lahirnya tanggung jawab keilmuan dan ruang akademik yang lebih besar.


Hari ini, ruang akademik GKT LT. IV UIN Mahmud Yunus Batusangkar menjadi saksi lahirnya dua doktor pertama dari Program Doktoral (S3) Prodi Studi Islam. Di hadapan para guru besar dan tim penguji, perjalanan panjang penelitian, diskusi, dan pengabdian ilmu dipertanggungjawabkan melalui ujian terbuka.


Sebuah gelar doktor bukanlah garis akhir dari perjalanan intelektual, melainkan awal dari amanah yang lebih besar: menghadirkan ilmu yang memberi manfaat bagi umat dan peradaban.


Selamat kepada para doktor baru; Dr. Desmita, M.Si dan Dr. Reni Susanti, M.Ag Semoga setiap ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, diamalkan, dan menjadi cahaya bagi masyarakat.


"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujādilah: 11)*

Baca Juga

http://www.kiprahkita.com/2026/06/satpol-pp-kawal-peninjauan-wali-kota.html

Posting Komentar

0 Komentar