JAKARTA — Aksi mahasiswa bertajuk #MerebutKemerdekaan yang berlangsung di Jakarta, Selasa (18/8/2026), turut menyoroti sosok Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI).
Fathimah berada di barisan depan ketika rombongan mahasiswa yang bergerak menuju Bundaran HI tertahan barikade kepolisian. Situasi sempat memanas saat Fathimah terlibat dialog dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung terkait alasan mahasiswa tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
Dalam rekaman yang beredar di media sosial, Fathimah terlihat emosional hingga menangis di tengah situasi yang tegang. Meski demikian, ia tetap berupaya menenangkan massa sekaligus menyampaikan keberatan mahasiswa terhadap penghadangan aparat.
Momen tersebut kemudian mendapat perhatian luas di media sosial. Keberanian Fathimah untuk tetap berada di garis depan dinilai sejumlah warganet sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai salah satu pimpinan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.
Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa delapan tuntutan yang mencakup sejumlah persoalan publik, mulai dari ekonomi, pemerintahan, agraria, pembangunan, penanganan bencana hingga isu keamanan.
Kehadiran Fathimah di tengah aksi menjadi gambaran bahwa peran mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang akademik. Organisasi kemahasiswaan juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Di luar aktivitas organisasi, Fathimah tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2023. Ia juga aktif dalam bidang akademik dan penelitian.
Aksi #MerebutKemerdekaan menjadi salah satu panggung bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi. Di tengah dinamika tersebut, keberadaan Fathimah di garis depan menjadi perhatian tersendiri.
Satu nama, satu suara, satu keberanian untuk menyampaikan aspirasi.
Versi Ringkas
Aksi mahasiswa bertajuk #MerebutKemerdekaan di Jakarta pada Selasa, 18 Agustus 2026, turut menyoroti sosok Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI.
Fathimah berada di barisan depan ketika rombongan mahasiswa yang bergerak menuju Bundaran HI tertahan barikade kepolisian. Situasi sempat memanas saat ia berdialog dan beradu argumen dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung mengenai alasan mahasiswa tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
Dalam rekaman yang beredar, Fathimah juga terlihat menangis di tengah situasi yang tegang. Meski emosional, ia tetap berusaha menenangkan massa sekaligus menyampaikan keberatan terhadap penghadangan aparat.
Momen tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan mendapat apresiasi dari sejumlah warganet. Keberaniannya bertahan di garis depan dinilai mencerminkan tanggung jawab sebagai salah satu pimpinan mahasiswa.
Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa delapan tuntutan yang mencakup berbagai persoalan, mulai dari ekonomi, pemerintahan, agraria, pembangunan, penanganan bencana hingga isu keamanan.
Di luar aktivitas organisasi, Fathimah tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran UI angkatan 2023 yang aktif dalam bidang akademik dan penelitian.
Satu nama, satu suara, satu keberanian untuk menyampaikan aspirasi.*

0 Komentar