Ilmu Adalah Perolehan, Kesuksesan Adalah Perjuangan: Pesan Kakankemenag Tanah Datar untuk Santri Darul Ulum

 

Lintau Buo, Humas – “Ilmu adalah pemberian, sementara kesuksesan adalah perjuangan.” Pesan itulah yang mengemuka saat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias, menjadi pembina upacara bendera di Pondok Pesantren Darul Ulum Tigo Jangko, Senin (24/8/2026).


Mengawali amanatnya, Kakankemenag mengajak para santri memahami pesan QS. Ar-Rahman ayat 60, “Hal jaza’ul ihsani illal ihsan”, bahwa tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan.






“Berbuat baiklah kepada diri sendiri. Salah satu caranya adalah dengan belajar. Kalau untuk beriman itu pilihan, tetapi untuk mendapatkan ilmu itu pemberian. Maka beruntunglah anak-anak semua yang berada di pesantren, karena di sini belajar agama bisa 24 jam,” tuturnya.


H. Hendri juga mengingatkan santri agar tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas, tetapi memiliki karakter kuat dan pantang menyerah.


“Ketika gagal, berdiri lagi. Ketika jatuh, bangkit lagi. Karena pada akhirnya, orang yang cerdas akan dikalahkan oleh orang yang biasa-biasa saja tetapi konsisten,” pesannya.


Kebanggaan juga disampaikan Kakankemenag atas capaian Darul Ulum. Tahun 2026, sebanyak 17 santri Darul Ulum berhasil melanjutkan pendidikan ke Mesir. Selain itu, sejumlah pesantren di Tanah Datar bergabung mengikuti ujian penyetaraan Muadalah di Darul Ulum dengan total 27 peserta.


“Ini merupakan capaian yang membanggakan. Semoga terus dipertahankan dan semakin banyak santri Tanah Datar yang mampu melanjutkan pendidikan ke berbagai penjuru dunia,” harapnya.


Usai upacara, Kakankemenag melanjutkan kegiatan dengan memberikan pembinaan kepada guru dan tenaga pendidik Pondok Pesantren Darul Ulum Tigo Jangko. Dalam pembinaan tersebut, H. Hendri menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini.


Ia menyampaikan empat hal penting yang perlu menjadi perhatian para guru.
Pertama, guru perlu terus memperbarui pendekatan pedagogiknya dalam proses belajar mengajar, karena pembelajaran yang berkualitas sangat bergantung pada keterampilan pedagogis guru.


Kedua, guru didorong untuk mampu belajar secara mandiri sehingga menjadi spesialis pada mata pelajaran yang diampu sekaligus memiliki wawasan generalis pada bidang lain yang relevan.


Ketiga, guru perlu memiliki kompetensi dalam mengintegrasikan sains dengan mata pelajaran yang diampu. Untuk mendukung hal tersebut, ia mendorong adanya halaqah ilmiah antarguru lintas disiplin ilmu yang dilaksanakan secara rutin satu kali dalam sepekan.


Keempat, guru diminta tidak hanya berfokus pada program perbaikan atau remedial, tetapi juga memberikan pengayaan kepada siswa yang cerdas dan memiliki bakat khusus, sehingga potensi mereka dapat berkembang secara maksimal.


Kegiatan pembinaan tersebut turut dihadiri pengurus yayasan dan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Tigo Jangko, H. Burhanuddin, beserta jajaran guru dan tenaga pendidik.


Kehadiran Kakankemenag menjadi penguat bahwa pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menempa karakter, ketangguhan dan konsistensi. Sebab, masa depan tidak hanya milik mereka yang cerdas, tetapi juga mereka yang mau terus belajar, beradaptasi, bangkit dan berjuang. *

Posting Komentar

0 Komentar