PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pengasuh sekaligus membangun mentalitas santri agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Quality Control SDM Pengasuh, dengan pemberian Sertifikat Tes Psikologi kepada para Musyrif Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Sertifikat tersebut menjadi simbol kelayakan dan kesiapan para Musyrif dalam menjalankan amanah mendampingi kehidupan santri di lingkungan pesantren.
Bagi Kauman, menjadi seorang Musyrif bukan sekadar bertugas menjaga ketertiban, tetapi juga dituntut mampu memahami jiwa, karakter, kebutuhan, dan perkembangan santri. Karena itu, kompetensi psikologis dan perspektif perlindungan anak menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas pengasuhan.
Pemberian sertifikat ini sekaligus menegaskan komitmen pesantren dalam menciptakan safe space bagi seluruh santri. Setiap santri diharapkan tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, penuh empati, dan mendapatkan pendampingan dari pengasuh yang memiliki kesiapan secara profesional maupun personal.
Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, M.A., terus mendorong penguatan kualitas pengasuhan sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak.
Tidak hanya memperkuat kualitas pengasuh, Kauman juga memberikan perhatian serius terhadap pembangunan mentalitas santri. Ratusan santri mendapatkan suntikan motivasi dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Padang Panjang, Batipuh, Sepuluh Koto, Ustaz Suharman dalam kegiatan pembinaan santri.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Suharman mengajak para santri untuk memiliki pola pikir yang kuat dan menyadari bahwa keberadaan mereka di pesantren bukan sekadar untuk mengikuti proses pembelajaran.
Ada tiga pesan utama yang disampaikan kepada para santri.
Pertama, ilmu harus berjalan bersama akhlak. Kepandaian akademik, menurutnya, tidak akan memiliki makna yang utuh tanpa dibarengi adab dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, santri tidak sekadar datang untuk belajar. Pesantren menjadi tempat untuk menempa diri, membangun karakter, dan mempersiapkan generasi yang mampu menjadi bagian dari solusi serta ikut menentukan arah peradaban masa depan.
Ketiga, santri harus mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif. Waktu dan energi yang dimiliki harus digunakan untuk kegiatan yang membawa pertumbuhan diri, memperluas wawasan, serta membangun kebiasaan baik.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya Kauman membentuk santri yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Melalui penguatan kualitas Musyrif dan pembinaan mentalitas santri secara berkelanjutan, Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang menghadirkan lingkungan yang aman sekaligus proses pembentukan manusia yang berakhlak.
Santri hari ini bukan sekadar penonton zaman, tetapi generasi yang dipersiapkan untuk ikut menentukan arah peradaban.
Special Thanks

0 Komentar