PADANG PANJANG — Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang menerima kunjungan Direktur Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan, I Made Yudhistira Dwipayama, S.Psi., M.Psi., bersama tim BKKBN Pusat dan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, dalam rangka cek lapangan pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di MA KM Kauman Muhammadiyah Padang Panjang pada Selasa, 6/10.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung implementasi program SSK sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan BKKBN dalam membangun kesadaran kependudukan di kalangan generasi muda.
Rombongan disambut hangat oleh Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang beserta jajaran pimpinan dan keluarga besar pesantren. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKBPPPA) Kota Padang Panjang, Dr. Winarno, SE., ME.
Kegiatan diawali dengan ramah tamah di ruang pesantren. Dalam suasana yang penuh keakraban, rombongan BKKBN Pusat bersama jajaran pesantren berdiskusi mengenai pelaksanaan program kependudukan di lingkungan madrasah, sebelum kemudian melanjutkan rangkaian kegiatan dengan melakukan pengecekan langsung pelaksanaan SSK di MA KM Kauman Muhammadiyah Padang Panjang.
Kepala MA KM Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, MA, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BKKBN Pusat dan BKKBN Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Menurutnya, pendidikan kependudukan memiliki posisi strategis dalam membentuk cara pandang generasi muda terhadap berbagai persoalan sosial, keluarga, kesehatan, lingkungan, hingga masa depan bangsa.
“Kami menyambut baik kunjungan dan sinergi bersama BKKBN ini. Bagi kami, SSK bukan sekadar sebuah program, tetapi bagian dari proses pendidikan untuk membangun kesadaran santri agar mampu memahami persoalan kependudukan dan melihat dirinya sebagai bagian penting dari masa depan bangsa,” ujar Dr. Derliana, MA.
Ia menambahkan, lingkungan pendidikan harus mampu memberikan ruang kepada siswa untuk tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga memahami berbagai tantangan kehidupan yang akan mereka hadapi.
“Generasi hari ini adalah generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045. Karena itu, mereka harus dibekali bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga karakter, kemampuan mengambil keputusan, kepedulian sosial, dan kesadaran terhadap persoalan kependudukan,” lanjutnya.
Setelah melakukan pengecekan pelaksanaan SSK, rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke ruang Bimbingan dan Konseling (BK) MA KM Kauman Muhammadiyah Padang Panjang.
Di ruangan tersebut, suasana kunjungan menjadi semakin dinamis ketika I Made Yudhistira Dwipayama, S.Psi., M.Psi. diajak mengikuti sesi sharing singkat dalam podcast yang dipandu oleh Zahra, salah seorang siswa berprestasi MA KM Kauman Muhammadiyah Padang Panjang.
Podcast tersebut mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda, yakni problematika remaja dan tantangan dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.
Dalam sesi tersebut, I Made Yudhistira Dwipayama terlihat antusias dan menikmati interaksi bersama siswa. Ia mengupas berbagai persoalan yang dihadapi remaja saat ini sekaligus memberikan perspektif mengenai pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.
Pembahasan berlangsung secara ringan namun substantif. Zahra sebagai host mampu membangun dialog yang komunikatif, sementara I Made memberikan penjelasan secara gamblang mengenai berbagai persoalan remaja, mulai dari tantangan perkembangan sosial hingga pentingnya membangun kualitas diri sebagai bagian dari generasi yang akan membawa Indonesia menuju 2045.
Sesi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang pendidikan dapat menjadi tempat yang terbuka bagi generasi muda untuk berdialog mengenai persoalan aktual yang mereka hadapi.
Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama santri yang tergabung dalam PIK-R Qowiyyun Aamiin MA KM Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, bersama I Made Yudhistira Dwipayama, S.Psi., M.Psi., tim BKKBN, jajaran pimpinan pesantren, serta pihak terkait.
Keberadaan PIK-R Qowiyyun Aamiin menjadi salah satu ruang strategis bagi santri untuk belajar, berdiskusi, dan mengambil peran dalam berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan remaja dan kependudukan.
Kunjungan BKKBN Pusat tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara MA KM Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dengan BKKBN serta pemerintah daerah dalam mengembangkan pendidikan kependudukan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Lebih dari sekadar kunjungan lapangan, kegiatan ini menjadi ruang bertemunya program, pendidikan, dan suara generasi muda.
Dari ruang kelas, ruang BK, hingga ruang podcast, pesan yang dibawa tetap sama: mempersiapkan generasi hari ini berarti mempersiapkan Indonesia untuk masa depan.
Dan menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda bukan hanya objek pembangunan—mereka adalah aktor utamanya. (TR)

0 Komentar