Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, mendorong optimalisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga ke tingkat nagari untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit. Upaya tersebut dibahas bersama evaluasi penerapan Open Defecation Free (ODF) atau perilaku bebas buang air besar sembarangan.
Hal itu disampaikan Benny dalam pertemuan koordinasi dan advokasi CKG dan ODF yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung, Selasa (27/10/2026).
Benny mengatakan, sosialisasi CKG perlu diperluas karena masih ada masyarakat yang enggan memeriksakan kesehatan lantaran khawatir hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit.
“Cek kesehatan ini merupakan upaya deteksi dini. Jika masalah kesehatan diketahui sejak awal, penanganannya akan lebih mudah dan diharapkan tidak berkembang ke kondisi yang lebih serius,” ujarnya.
Ia meminta camat, wali nagari, kepala desa, dan tenaga kesehatan aktif mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun kesadaran masyarakat agar menjaga kesehatan sebelum jatuh sakit.
Benny juga menegaskan puskesmas harus menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan, terutama dalam pencegahan penyakit. Karena itu, tenaga kesehatan diminta memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
Selain program CKG, Benny menyoroti pentingnya peningkatan kesehatan ibu dan anak untuk mendukung perbaikan angka harapan hidup serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sijunjung.
Ia mendorong optimalisasi inovasi Spesial Besti untuk memperkuat pendampingan ibu hamil, mulai dari pemantauan kehamilan hingga persalinan. Pelaksanaannya membutuhkan kolaborasi puskesmas, bidan desa, serta tenaga pendamping keluarga dari sektor pengendalian penduduk dan keluarga berencana.
“Melalui pendampingan yang terintegrasi, pemenuhan nutrisi, pemeriksaan kehamilan, dan dukungan tenaga medis, kita berharap ibu dapat menjalani kehamilan dengan baik dan melahirkan generasi yang sehat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Harry Oscar Hidayat, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat kabupaten hingga nagari, untuk memperluas akses pelayanan kesehatan dan meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Ia menyebutkan, terdapat lima agenda utama yang dibahas, yakni penguatan komitmen pelaksanaan CKG, optimalisasi peran perangkat daerah dan pemerintahan di tingkat kecamatan serta nagari, identifikasi kendala pelayanan kesehatan, evaluasi sanitasi layak dan verifikasi status ODF, serta penyusunan rencana tindak lanjut dan mekanisme pemantauan program secara berkelanjutan.
Harry juga memaparkan pengembangan inovasi Spesial Bestie, yaitu layanan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) bagi ibu hamil berisiko tinggi di puskesmas.
Selain itu, Dinas Kesehatan mengembangkan Dashboard Monitoring Evaluasi Kesehatan Ibu dan Anak untuk memperkuat pemantauan kondisi kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.
Pertemuan tersebut dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, kepala puskesmas, perwakilan Bhayangkari, serta wali nagari se-Kabupaten Sijunjung.*

0 Komentar