TANAH DATAR, kiprahkita.com –Hari Santri Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi Pondok Pesantren Darul Ulum Tigo Jangko. Bukan sekadar peringatan, tahun ini menjadi saksi atas dua bentuk pengakuan yang diraih pesantren tersebut, baik di tingkat Provinsi Sumatera Barat maupun Kabupaten Tanah Datar. Dua penghargaan ini menjadi buah dari ikhtiar panjang dalam mengantarkan santri menembus pendidikan Timur Tengah sekaligus merawat semangat berbagi cerita tentang kehidupan dan prestasi pesantren kepada masyarakat.
Penghargaan pertama diraih di tingkat Provinsi Sumatera Barat sebagai “Terbaik IV Pondok Pesantren Terbanyak yang Mengirimkan Santri ke Timur Tengah”. Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Tigo Jangko, Ustadz Dr. Burhanuddin, Lc., M.A., dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat.
Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas jumlah santri yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi gambaran tentang harapan yang terus tumbuh di lingkungan pesantren: bahwa dari ruang-ruang belajar yang sederhana, lahir generasi yang berani melangkah jauh untuk memperdalam ilmu agama dan membawa pulang manfaat bagi umat.
Sementara itu, penghargaan kedua diraih di tingkat Kabupaten Tanah Datar. Darul Ulum Tigo Jangko mendapat apresiasi sebagai “Pondok Pesantren yang aktif, konsisten, dan kreatif dalam mempublikasikan kegiatan, program, prestasi, serta inovasi pesantren melalui media informasi dan media sosial”. Penghargaan ini diterima langsung oleh Kepala MA sekaligus Kepala Pembina Asrama, Ustadz Wardiantono, Lc., M.Pd., pada upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah (PPTI) Malalo.
Dua penghargaan dengan bidang berbeda ini bertemu dalam satu makna, Darul Ulum Tigo Jangko tidak hanya berupaya mengantarkan santrinya menuju masa depan, tetapi juga memastikan setiap langkah perjuangan itu dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Pencapaian ini bukanlah garis akhir untuk berpuas diri. Ia adalah penyemangat untuk terus melangkah, memperkuat pendidikan, membuka lebih banyak jalan bagi santri meraih cita-cita, dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Sebab, keberhasilan sebuah pesantren tidak hanya diukur dari penghargaan yang dibawa pulang, tetapi juga dari sejauh mana ilmu ditanamkan, harapan ditumbuhkan, dan manfaat dihadirkan. Di Hari Santri Nasional 2026, Darul Ulum Tigo Jangko kembali membuktikan bahwa perjuangan yang
dirawat dengan kesungguhan akan selalu menemukan jalannya untuk berbuah kebanggaan.*

0 Komentar