Kakan Kemenag Pasaman Barat Buka Semarak Santri 2026 di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaro Kiawai

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat secara resmi membuka kegiatan Semarak Santri dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaro Kiawai, Selasa (20/10/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya memperkuat peran santri dan pesantren dalam membangun generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat kebangsaan.




Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pasaman Barat beserta jajaran, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Pasaman Barat, Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) beserta jajaran, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), pimpinan pondok pesantren, serta Kepala KUA Kecamatan Gunung Tuleh.


Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Muaro Kiawai menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pondok pesantren tersebut sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan Semarak Santri dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2026. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama persiapan dan pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun penyambutan para tamu.


Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi masyarakat di lingkungan pesantren.


Sejarah mencatat bahwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 menjadi tonggak penting dalam membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat tersebut menunjukkan bahwa santri dan pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga dalam perjuangan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Kepala Kantor Kemenag Pasaman Barat juga menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, pengabdian, serta karya nyata bagi masyarakat dan bangsa.


Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” ia mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan akhlakul karimah.


Ia juga menekankan pentingnya membangun paradigma baru dalam memandang dunia pesantren. Menurutnya, sarung bukanlah simbol keterbelakangan, peci bukanlah penghalang kemajuan, dan pesantren bukanlah batas bagi cita-cita besar seorang anak bangsa.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa santri memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan mengambil peran strategis dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan bekal ilmu agama, karakter yang kuat, serta kemampuan menghadapi perkembangan zaman, santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang membawa kemajuan bagi bangsa dan negara.


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengelola pesantren, tenaga pendidik, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, untuk terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung lahirnya generasi santri yang unggul, mandiri, kreatif, dan berdaya saing.


Kegiatan Semarak Santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaro Kiawai diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpesantren, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta meningkatkan kecintaan santri terhadap agama, bangsa, dan negara.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat secara resmi membuka kegiatan Semarak Santri Tahun 2026. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional di Kabupaten Pasaman Barat.


Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Hari Santri semakin mengakar dalam diri generasi muda, sehingga santri tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjadi pelopor kemajuan, penggerak persatuan, dan bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas.*

Posting Komentar

0 Komentar