Memupuk kebiasaan berbagi sejak dini tidak hanya melatih kepedulian sosial anak, tetapi juga membuka peluang besar untuk mendukung kemajuan fasilitas pendidikan di madrasah. Melalui kebiasaan bersedekah secara konsisten, potensi dana kebaikan yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara nyata untuk membantu sesama siswa yang membutuhkan sekaligus menunjang kegiatan belajar mengajar.
Potensi kebaikan inilah yang mulai digerakkan secara masif melalui peluncuran program Taska (Tabungan Sedekah Barokah) di MTsN 6 Tanah Datar hasil kolaborasi bersama Baznas dan Kantor Kemenag Tanah Datar. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada komite dan wali murid kelas VII, VIII, dan IX di halaman madrasah setempat pada Kamis (29/10), bertepatan dengan momen penerimaan rapor sumatif tengah semester.
Program Taska sendiri sudah diterapkan di beberapa madrasah lain di Tanah Datar dan terbukti mendapat sambutan yang sangat antusias dari para orang tua murid. Bahkan pada pengumpulan tahap awal ke Baznas, dana sedekah yang terkumpul dari madrasah-madrasah tersebut berhasil mencapai jutaan rupiah.
Dalam pelaksanaannya, Baznas menyiapkan sekitar 1.000 celengan khusus mengingat MTsN 6 merupakan MTs dengan jumlah siswa terbanyak di Tanah Datar, yakni hampir 1.000 siswa serta lebih dari 60 guru dan pegawai. Peluncuran ditandai dengan penyerahan celengan secara simbolis dari Ketua Baznas kepada Ketua Komite MTsN 6 Tanah Datar, disaksikan langsung oleh Kepala Madrasah, Yulismar.
Ketua Baznas, Yasmansyah, yang hadir bersama Wakil Ketua Poppy Zonia menjelaskan bahwa celengan tersebut nantinya dibawa pulang oleh siswa dan guru untuk diisi secara sukarela. Dana yang terkumpul akan disetorkan secara berkala ke Baznas, lalu disalurkan kembali ke madrasah untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional yang tidak tertanggulangi oleh dana DIPA, BOS, maupun dana komite.
Kepala Kantor Kemenag, H. Hendri Pani Dias, memaparkan bahwa dana ini menjadi solusi penting untuk meningkatkan standar mutu pendidikan madrasah, seperti pengembangan kelas bilingual, kegiatan robotik, kesenian, hingga biaya kompetisi siswa ke luar daerah. Selain itu, dana Taska juga diprioritaskan untuk misi kemanusiaan, seperti menggaji tenaga honorer dan membantu bagi siswa kurang mampu.
Beliau menegaskan bahwa program ini murni bersifat sukarela tanpa ada unsur paksaan sedikit pun bagi wali murid. Pihak Kemenag dan Baznas berkomitmen untuk terus mengawal transparansi pengolahan dana agar pemanfaatannya benar-benar tepat sasaran dan berdaya guna.
H. Hendri Pani Dias berharap program ini membawa keberkahan bagi seluruh warga madrasah serta mampu mendorong MTsN 6 Tanah Datar makin maju dan berprestasi. Semoga tradisi bersedekah ini melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. *

0 Komentar