KOTA PARIAMAN, kiprahkita.com –Pemerintah Kota Pariaman untuk pertama kalinya meluncurkan transformasi pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Transformasi tersebut memperluas fungsi Posyandu yang sebelumnya lebih berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Peluncuran Posyandu 6 SPM berlangsung di Desa Cubadak Mentawai, Kecamatan Pariaman Timur, Selasa (6/10), dan diresmikan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi.
Desa Cubadak Mentawai ditetapkan sebagai pilot project atau desa percontohan pertama penerapan Posyandu 6 SPM di Kota Pariaman. Pemerintah kota menargetkan model tersebut dapat direplikasi dan diadaptasi pada 71 desa dan kelurahan lainnya.
Mulyadi mengapresiasi Pemerintah Desa Cubadak Mentawai dan para kader Posyandu yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam menjadi percontohan penerapan konsep baru tersebut.
Menurutnya, keberhasilan transformasi Posyandu membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kota, kecamatan, desa, kader PKK, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat hingga masyarakat secara luas.
Peluncuran tersebut juga dirangkai dengan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bertema “Ayo Gas Aktifkan Posyandu” melalui kegiatan Sehat TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Mulyadi mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat secara menyeluruh.
“Melalui transformasi ini, Posyandu diharapkan tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan saja, melainkan menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terpadu untuk menjawab berbagai kebutuhan dasar warga secara menyeluruh,” ujar Mulyadi.
Enam Bidang Pelayanan
Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Pariaman, Ny Yosneli Balad, menjelaskan transformasi Posyandu tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
Enam bidang SPM yang diintegrasikan dalam Posyandu mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibum linmas), dan sosial.
Pada bidang kesehatan, Posyandu memberikan pelayanan dasar bagi ibu, anak, serta masyarakat secara umum. Bidang pendidikan mencakup layanan pendukung pendidikan anak usia dini dan warga belajar.
Sementara itu, bidang pekerjaan umum berkaitan dengan penanganan dan penyediaan sarana dasar lingkungan. Bidang perumahan rakyat diarahkan pada penataan kawasan permukiman yang sehat dan layak.
Untuk bidang trantibum linmas, pelayanan diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan desa yang aman, tertib, dan terlindungi. Adapun bidang sosial mencakup dukungan terhadap pemenuhan pelayanan dasar sosial masyarakat.
“Dengan berjalannya konsep baru ini, Posyandu kini bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu yang mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh, tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan semata,” kata Yosneli.
Peluncuran tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I TP Posyandu Kota Pariaman Ny Dina Mulyadi, Wakil Ketua II TP Posyandu Kota Pariaman Ny Nelvia Azhar, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemko Pariaman, camat, serta kader Posyandu se-Kota Pariaman.*

0 Komentar