BATUSANGKAR, kiprahkita.com -- Perhelatan politik terbesar, pemilihan anggota legislatif melalui Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Muhammadiyah akan bersikap terang-terangan memberi dukungan terhadap kadernya.
Hal itu berbeda dengan masa sebelumnya, dimana kader terkesan dibiarkan berjuang sendirian untuk memperoleh posisi anggota legislatif, dan posisi strategis kenegaraan lainnya.
“Model dukungan Muhammadiyah akan bergeser dari Periode Mekah yang sembunyi-sembunyi, ke periode Madinah yang terang-terangan,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat Dr. Bakhtiar, Ahad (7/5), di Batusangkar.
Bakhtiar menegaskan hal itu, saat membuka secara resmi Musyda Terpadu ke-13 Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Tanah Datar, di Gedung Nasional Maharajo Dirajo.
Hadir pada kesempatan itu Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wakil Bupati Richi Aprian, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumbar, beberapa anggota DPRD Sumbar, tokoh Muhammadiyah Irman Gusman, bupati Tanah Datar dua periode M. Shadiq Pasadigoe, dan lain-lain.
Kalau pada periode Madinah itu, menurutnya, perjuangan tidak lagi dilakukan sembunyi-sembunyi. Muhammadiyah, kata Bakhtiar, akan terang-terangan memberi dukungan kepada kadernya, baik yang maju di lembaga legislatif maupun calon kepala daerah.
Bakhtiar menjelaskan, pada periode 2022-2027 ini, Muhammadiyah di Sumatera Barat khusus menegaskan komitmen melakukan konsolidasi, karena tantangan kini tak sama dengan yang lalu. “Perlu waktu yang cukup dan energi prima, agar Muhammadiyah tidak tertinggal,” ucapnya.
Selain meningkatkan konsolidasi organisasi, Bakhtiar menyatakan, pihaknya juga melakukan akselerasi pengembangan amal usaha, bergerak dengan lembaga amal. Di Sumbar,ujarnya, panti asuhan dan lembaga pendidikan bertumbuhan, begitu juga dengan amal sosial lainnya.
Menurutnya, di Muhammadiyah berkumpul itu harus dibarengi amal usaha. Semua amal usaha harus berkembang, di Tanah Datar ini akan dikembangkan pesantren unggulan di Lima Kaum, satu daerah satu ponpes, penguatan ekonomi persyarikatan, memobilisasi aset dan konkretisasi kekayaan.
Kini, tuturnya, Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Sumbar juga melakukan ekspansi ke Tanah Datar, seiring dengan diresmikannya cabang ketujuh di Batusangkar.
Semangat bermuhammadiyah yang dikobarkan Bakhtiar, sebelumnya sudah dipicu pula oleh Ketua PDM Tanah Datar H. Juliasman Khas, MA. Menurutnya, semangat juang Jenderal Sudirman harus melekat di segenap kader Muhammadiyah, karena tantangan perjuangan terus meningkat, seiring dengan perkembangan tatanan kehidupan.
Bupati Tanah Datar Eka Putra saat memberi sambutan mengatakan, secara pribadi dan pemerintah daerah, dia berterima kasih atas dukungan Muhammadiyah, khususnya pada berbagai program unggulan daerah.
“Muhammadiyah disegani karena secara nyata memberi sumbangsih untuk negara ini, mencakup semua lini. Muhammadiyah juga menyumbangkan kadernya untuk mengelola organisasi. Muhammadiyah penyejuk dan pelopor kerukunan, saling menghargai untuk memajukan Tanah Datar,” katanya.
Bupati juga memohon dukungan warga Muhammadiyah untuk kelanjutan mewujudkan Kabupaten Tahfiz, yang sudah dipelopori kader Muhammadiyah Irdinansyah Tarmizi. Kini, menurut Eka, wujudnya satu rumah satu hafidz. “Mari saling bahu membahu untuk memajukan daerah ini,” ujarnya.(mus)

0 Komentar