PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Suasana khidmat acara Haflah Khatam Tahfidz Al-Qur'an & Hadits Mi'ah Bukhari Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang seketika berubah menjadi penuh haru dan tetesan air mata. Acara yang berlangsung di Hotel Grand Aulia pada Kamis (21/5/2026) ini diwarnai momen menyentuh saat salah satu wali santri memberikan kata sambutan perpisahan.
![]() |
| Bapak Zaitul Makmur, ayahanda almarhum Afdhalu Zikri |
![]() |
| Foto almarhum Afdhalu Zikri |
Beliau adalah Bapak Zaitul Makmur, ayahanda dari almarhum Afdhalu Zikri, salah seorang santri wisudawan yang telah berpulang ke rahmatullah beberapa waktu lalu. Kehadiran Bapak Zaitul untuk mewakili mendiang putranya mendatangkan rasa takjub sekaligus keharuan mendalam bagi seluruh wisudawan, asatidzah, dan tamu undangan yang hadir.
Di hadapan seluruh hadirin, dengan suara yang bergetar menahan tangis, Bapak Zaitul menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada pihak pesantren, khususnya para Ummi dan Ustadz yang telah tulus mentransfer ilmu agama kepada almarhum putranya.
Beliau mengungkapkan bagaimana Pesantren Kauman telah membawa perubahan karakter yang sangat signifikan pada diri almarhum. Semenjak menempuh pendidikan di sana, almarhum tumbuh menjadi pribadi yang mampu berinteraksi, berkomunikasi dengan baik, dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.
"Suksesnya sebuah pendidikan bukan dilihat dari nilai yang diperoleh, melainkan seberapa bermanfaat seseorang di tengah masyarakat," ungkap Bapak Zaitul, yang langsung menyentuh hati para hadirin.
Tidak hanya itu, Bapak Zaitul juga mengapresiasi respon cepat dan pendampingan luar biasa yang diberikan oleh pihak pesantren dan sesama santri selama almarhum menjalani masa pengobatan hingga operasi. Puncak ketakjuban beliau dan warga sekitar adalah ketika almarhum mengembuskan napas terakhir.
"Yang membuat saya takjub, ketika almarhum berpulang, para santri, Ummi, dan Ustadz datang langsung ke rumah duka untuk menyelenggarakan jenazah, bahkan sampai mengantar berduyun-duyun ke pemakaman. Tentu hal ini juga membuat warga sekitar takjub dengan pola pendidikan yang diajarkan di Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kekompakan ini ternyata tidak luntur setelah lulus. Bapak Zaitul menceritakan bagaimana para alumni Pesantren Kauman bahkan rela datang dari tempat yang jauh demi melayat dan ikut mengurus jenazah almarhum.
"Ini bukti nyata bahwa Pesantren Kauman betul-betul menjaga ukhuwah," tambahnya.
Di penghujung sambutannya yang menguras air mata, Bapak Zaitul menitipkan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan yang hadir agar selalu istiqamah menjaga hafalan Al-Qur'an dan Hadits, serta terus merawat kekompakan yang telah terbangun.
Ia juga mengajak masyarakat dan seluruh hadirin untuk tidak ragu menyekolahkan putra-putri mereka ke Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Beliau menegaskan bahwa dirinya telah menyaksikan dan mengalami sendiri bukti nyata dari indahnya pendidikan di pesantren tersebut.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Zaitul, mengajak seluruh hadirin yang hadir untuk mengirimkan doa terbaik bagi almarhum Afdhalu Zikri. Meski raga almarhum telah tiada, namun namanya tetap abadi sebagai bagian dari keluarga besar hafizh Pesantren Kauman Padang Panjang. (TR)*


0 Komentar