Gunung Marapi Erupsi Setiap Setengah Jam - Kiprah Kita | Nuansa Baru

Breaking News

close

Senin, 04 Desember 2023

Gunung Marapi Erupsi Setiap Setengah Jam

 


BACA JUGA


X KOTO, kiprahkita.com - Sepanjang Senin (4/12) sejak pagi hingga siang, Gunung Marapi terlihat erupsi terus. "Kira-kira setiap setengah jam," kata Bupati Tanah Datar Eka Putra.


Eka berada di dekat lokasi pencarian dan evakuasi korban Gunung Marapi. Korban itu berada di kawasan kepundan gunung itu, saat mengalami erupsi besar pada Ahad (3/12) yang menyemburkan abu dan material, hingga mencapai ketinggian sekitar 3.000 meter dari puncak gunung.


Bupati memantau proses pencarian itu didampingi Camat X Koto Mukhlis dan Kalaksa BPBD Tanah Datar Yusnen. Untuk membantu evakuasi, Pemkab Tanah Datar menurunkan 46 personil dari berbagai instansi.


"Berdasarkan pengamatan saya selama berada di Nagari Koto Baru, Gunung Marapi terlihat erupsi setiap setengah jam. Kira-kira, setiap setengah jam, Marapi erupsi," kata Bupati Tanah Datar Eka Putra, Senin (4/12), saat memantau langsung proses pencarian dan evakuasi korban.


Menurutnya, 46 orang personel dari yang diturunkan Pemkab Tanah Datar terdiri dari 15 orang dari BPBD Tanah Datar, 15 orang dari Nagari Koto Baru, 11 orang dari Pandai Sikek, dan 5 orang dari Nagari Aia Angek.


Dari laporan yang kani terima, sebutnya, pendaki yang naik dari posko yang berada di Tanah Datar, yaitu Nagari Koto Baru berjumlah 27 orang, dan semuanya sudah turun dalam keadaan selamat. 


"Jadi, tim evakuasi yang kita turunkan hadir untuk membantu para pendaki yang naik dari Agam, dan sampai saat ini masih terjebak," paparnya. 


Sebelumnya, Eka meminta masyarakat yang berada di sekitar lereng dan pinggang Gunung Marapi untuk tidak panik, namun senantiasa waspada. Dia juga menyebut memerintahkan instansi terkait memantau langsung situasi di lapangan.


"Masyarakat jangan cemas. Yang penting kita tetap waspada. Mari kita berdoa kepada Allah SWT agar erupsi yang terjadi hanya fenomena biasa dan tidak menimbulkan bencana yang bisa merugikan masyarakat," ucap Eka Putra melalui siaran pers, Minggu (3/12) malam. 


Di sisi lain, Eka Putra mengimbau seluruh masyarakat dan seluruh pecinta alam agar mematuhi instruksi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BKSDA Sumbar. 


"Jangan ada pendakian dulu, jangan mendekati puncak Marapi dari radius 2 KM," imbau Eka Putra. 


Sebelumnya diberitakan, Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat erupsi pada Minggu (3/12/2023) pukul 14.54 WIB.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan, tinggi kolom letusan teramati sekitar 3.000 meter di atas puncak gunung yang memiliki ketinggian 5.891 meter di atas permukaan laut (mdpl).(prokopim tnd; ed. mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar