AGAM, kiprahkita.com – Agam, Sumatera Barat — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang (galodo) dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan tahap pertama telah mencapai 50 persen dari total 117 unit huntara yang ditargetkan.
Pembangunan huntara tahap I dipusatkan di Lapangan SD Negeri 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat bencana. Percepatan pembangunan dilakukan karena masih banyak warga yang bertahan di tenda pengungsian dengan kondisi terbatas.
Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Ary Laksmana, mengatakan berbagai penyesuaian teknis dilakukan agar pembangunan tetap berjalan sesuai target meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.
“Pembangunan huntara tahap I di Kabupaten Agam terus dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi korban banjir bandang. Saat ini progresnya sudah 50 persen,” ujar Ary dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Antara, Minggu (28/12/2026).
Untuk mengejar target penyelesaian, BNPB menambah jumlah tenaga kerja di lapangan. Personel gabungan TNI kini mencapai 100 orang, sementara jumlah tenaga ahli tukang yang sebelumnya enam orang ditambah hingga dua kali lipat. Selain itu, sistem kerja dua shift diterapkan agar proses pembangunan dapat berlangsung lebih lama setiap harinya.
“Kami menambah tenaga tukang dan memberlakukan sistem kerja dua shift agar progres pembangunan tidak terhambat,” kata Ary.
BNPB juga menghadapi kendala tingginya intensitas hujan di wilayah Palembayan. Curah hujan yang masih tinggi dinilai memperlambat proses konstruksi sekaligus meningkatkan risiko keselamatan pekerja. Untuk mengatasi hal tersebut, BNPB mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Kami telah meminta tim operasi modifikasi cuaca untuk menambah jam terbang guna mengurangi curah hujan. Cuaca menjadi faktor penting agar pembangunan huntara bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Seiring berjalannya pembangunan tahap pertama, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Agam mulai menyiapkan pembangunan huntara tahap II. Pada tahap ini, direncanakan pembangunan 84 unit huntara tambahan di Kecamatan Palembayan, memanfaatkan lahan milik warga yang dipinjamkan sementara.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Agam dengan dukungan BNPB tengah menyiapkan dokumen administrasi, seperti surat persetujuan pemilik lahan, Surat Keputusan Bupati Agam, serta perizinan penggunaan lahan sementara.
Pembangunan huntara tersebut menjadi harapan besar bagi para pengungsi yang selama ini tinggal di tenda darurat atau menumpang di rumah kerabat. Huntara diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat sambil menunggu proses relokasi permanen.
BNPB menargetkan pembangunan huntara tahap pertama dapat segera dirampungkan agar para penyintas bencana dapat menempati hunian sementara sebelum memasuki puncak musim hujan berikutnya. Do*
.jpg)
0 Komentar