Diduga Korban Galodo November 2025, Mayat Balita Ditemukan di Selokan Malalak Agam

AGAM, kiprahkita.com Suasana gotong royong di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, berubah menjadi duka mendalam setelah warga menemukan jasad seorang balita di selokan pada Minggu pagi (18/1/2026). Penemuan ini diduga merupakan salah satu korban banjir bandang atau galodo yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. 


Warga menemukan mayat balita berjenis kelamin laki-laki sekitar pukul 10.21 WIB saat membersihkan lumpur dan sampah pada aliran air kecil di sekitar selokan. Awalnya warga mengira adanya kain atau sampah terbawa arus, namun setelah didekati tampak tubuh anak kecil yang sudah dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Korban diperkirakan berusia sekitar 1,5 tahun dan masih mengenakan pakaian utuh.

Camat Malalak, Ulya Satar, membenarkan penemuan tersebut dan menyatakan bahwa balita itu dipastikan merupakan salah satu korban galodo yang dilaporkan hilang saat bencana terjadi. Identitas korban dan pakaian yang dikenakan sesuai dengan laporan dari keluarga.

Sejak bencana banjir bandang melanda Malalak Timur pada akhir November 2025, sejumlah warga dilaporkan hanyut dan belum seluruhnya ditemukan. Penemuan mayat balita ini sekaligus mengakhiri pencarian keluarga yang selama berbulan-bulan hanya bisa pasrah setelah pencarian dihentikan karena kondisi medan yang sulit. 

Setelah ditemukan, jasad balita langsung dievakuasi dan dimakamkan pada hari yang sama dengan prosesi yang sederhana namun penuh haru, dihadiri oleh keluarga dan warga setempat. Warga berharap peristiwa serupa tidak terulang dan meminta perhatian lebih dari pemerintah terkait upaya mitigasi bencana di wilayah yang rawan banjir bandang dan longsor ini. DG*

Baca Juga

http://www.kiprahkita.com/2026/01/musyawarah-nagari-sukomananti-aua.html

Posting Komentar

0 Komentar