BATUSANGKAR, kiprahkita.com –Kabupaten Tanah Datar kembali menambah deretan rumah ibadah megah dengan diresmikannya Masjid Mustaqim di Jorong Kubu Rajo, Nagari Lima Kaum, Sabtu (31/1). Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Kehadiran rumah ibadah ini diharapkan tidak hanya menjadi ikon arsitektur baru di Batusangkar, tetapi juga menjadi pusat penguatan nilai keagamaan bagi masyarakat Luhak Nan Tuo.
Kemegahan masjid yang menghabiskan biaya pembangunan mencapai Rp8 Miliar ini merupakan buah kedermawanan donatur utama, H. Bakhrial, beserta keluarga besar yang mengubah bangunan yang dulunya surau menjadi masjid yang representatif. Acara peresmian ini dihadiri oleh tokoh penting, di antaranya mantan Mendagri dan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Bupati Tanah Datar yang diwakili Asisten I, Kapolres, Ketua Pengadilan Agama, pimpinan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, MUI, Ormas Islam, tokoh masyarakat serta jajaran pengurus masjid dan jemaah yang antusias memadati lokasi.
Dari jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, hadir Kepala Kantor H. Amril, didampingi Kasubbag TU H. Helmizuldi, Kepala KUA Lima Kaum, dan Penerjemah H. Abrar sebagai pembaca do'a pada acara tersebut. H. Amril menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat gotong royong dan kedermawanan yang menjadi bukti nyata kuatnya nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). "Selesainya pembangunan fisik hanyalah langkah awal. Pesan utamanya, masjid harus hidup dengan jemaah salat lima waktu dan dikelola secara profesional serta transparan agar kepercayaan umat tetap terjaga," terangnya.
Hal senada disampaikan Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya yang menekankan bahwa keberadaan 339 masjid dan lebih dari 900 mushalla di Tanah Datar merupakan aset besar dalam penanaman nilai-nilai karakter bangsa. Banyaknya tempat ibadah, harus menjadi prospek strategis untuk mengikat hati masyarakat dengan masjid. Beliau berharap Masjid Mustaqim dapat terkelola dengan manajemen yang baik, mencakup seluruh aktivitas ibadah, pendidikan, hingga fungsi sosial kemasyarakatan yang lebih luas.
Lebih lanjut, H. Amril menaruh harapan besar agar Masjid Mustaqim menjadi benteng akidah bagi masyarakat dari pengaruh negatif serta motor penggerak ekonomi umat melalui pengelolaan zakat dan infak yang produktif. Beliau mengingatkan bahwa masjid harus menjadi titik temu yang mempersatukan umat. "Membangun masjid itu mulia, namun memakmurkannya adalah tugas yang jauh lebih mulia. Kita ingin masjid ini menjadi laboratorium karakter bagi generasi muda kita," ujarnya menambahkan.
Suasana semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar, yang mengupas tuntas filosofi makna surau dalam peradaban Minangkabau. Beliau menekankan bahwa surau bukan sekadar tempat, melainkan cikal bakal peradaban Islam yang memuat fungsi ibadah, pendidikan, dan sosial yang telah melahirkan banyak tokoh berpengaruh di Indonesia. Konsep ini sejalan dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban yang dimulai dari dalam masjid ketika di Madinah.
Kegiatan peresmian ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas masjid dan ramah tamah bersama para tokoh dan donatur. Dengan diresmikannya Masjid Mustaqim, masyarakat Kubu Rajo kini memiliki pusat kegiatan keagamaan yang diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan yang tangguh secara intelektual dan spiritual. Humas Kemenag TD*
0 Komentar