PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang bekerja sama dengan Gramedia kembali menggelar kegiatan Ngaji Literasi. Ahad, 22 Februari 2026 bertempat di Aula Zainudin Labay, Diniyyah Puteri sukses menghadirkan dua penulis nasional, Khairul Jasmi dan JS Khairen, yang juga merupakan bapak dan anak.
Kehadiran keduanya dalam satu forum menjadi momen istimewa. Tidak hanya menghadirkan perspektif lintas generasi dalam dunia kepenulisan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi literasi dapat tumbuh dalam satu keluarga.
Khairul Jasmi sendiri adalah jurnalis senior asal Sumatera Barat yang dikenal luas di dunia pers nasional. Ia telah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik dan kepenulisan, serta dikenal dengan gaya analisis yang tajam dan narasi yang kuat. Selain menulis opini dan karya jurnalistik, ia juga menulis novel biografi tentang Rahmah El Yunusiyyah, tokoh pendidikan perempuan dan pendiri Diniyyah Puteri Padang Panjang.
Novel tersebut pertama kali diterbitkan oleh Republika Penerbit pada November 2020 dan kembali diterbitkan oleh Gramedia Pustaka pada 2026.
Dalam sesi bedah buku, Khairul Jasmi mengulas perjuangan Syekhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyah (1900–1969) dalam mendirikan pendidikan perempuan serta melawan kolonialisme. Ia menyatakan kebanggaannya ketika Rahmah El Yunusiyyah dinobatkan sebagai pahlawan nasional.
Menurutnya, riwayat hidup Rahmah penting dipelajari, termasuk prinsip pendidikannya yang banyak membahas tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang guru.
Sementara itu, JS Khairen adalah novelis muda Indonesia yang dikenal melalui karya-karya bertema sosial, keluarga, dan kehidupan generasi muda.
Beberapa novelnya yang populer di antaranya Kami (Bukan) Sarjana Kertas, Dompet Ayah Sepatu Ibu, dan Kami (Bukan) Jongos Berdasi.
Dalam kesempatan tersebut, JS Khairen membedah novel terbarunya berjudul Rumah, yang mengajak pembaca memaknai rumah bukan sekadar bangunan, melainkan ruang nilai, identitas, dan tempat pulang secara emosional.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Tidak hanya membahas proses kreatif penulisan, forum ini juga menyinggung tantangan literasi di era digital serta pentingnya menjaga kedalaman berpikir di tengah arus informasi yang cepat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Yayasan Rahmah El Yunusiyyah, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Kepala Departemen Pendidikan, Ketua STIT Diniyyah Puteri, jajaran kepala madrasah dan wakil, guru, karyawan, seluruh santri Diniyyah Puteri, perwakilan siswa MIS Rahmah El Yunusiyyah, serta sejumlah pegiat literasi di Padang Panjang.
Acara dipandu oleh Muhammad Subhan, penulis dan pegiat literasi asal Padang Panjang sekaligus pendiri Sekolah Menulis “ellipsis”, pada sesi bedah novel biografi Khairul Jasmi. Sementara sesi bedah buku JS Khairen dimoderatori oleh Najmi Aurelia, santri kelas X Diniyyah Puteri, yang tampil komunikatif dan mampu mencairkan suasana diskusi.
Melalui kegiatan ini, Diniyyah Puteri kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya literasi. Tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi juga menjadikan literasi sebagai jalan merawat sejarah, memperkuat identitas, serta menumbuhkan generasi yang berpikir kritis dan berkarakter.*
0 Komentar