PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengunjungi Museum Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiyyah di Kota Padang Panjang, Jumat (13/3/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Menteri Kebudayaan di Sumatera Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon meninjau langsung jejak sejarah perjuangan Rahmah El Yunusiyyah, tokoh pendidikan Islam perempuan yang mendirikan Perguruan Diniyyah Puteri pada tahun 1923. Lembaga pendidikan tersebut dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan perempuan tertua di Indonesia dan telah melahirkan banyak tokoh penting yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.
Sejumlah tokoh nasional tercatat pernah menempuh pendidikan di Perguruan Diniyyah Puteri, di antaranya H.R Rasuna Said yang lebih dahulu dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, Aishah Ghani yang dikenal sebagai menteri perempuan pertama di Malaysia, serta Nurhayati Subakat, pendiri Paragon Technology and Innovation yang memproduksi merek kosmetik Wardah. Selain itu, banyak alumni lainnya yang berkiprah di berbagai bidang, baik dalam dunia pendidikan, pemerintahan, maupun sektor profesional lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menyampaikan bahwa sosok Rahmah El Yunusiyyah merupakan figur penting dalam sejarah pendidikan dan pergerakan perempuan di Indonesia. Menurutnya, keteladanan, keberanian, dan kepeloporan Rahmah El Yunusiyyah dapat menjadi inspirasi bagi perempuan dan masyarakat luas.
Ia menambahkan, pada usia yang relatif muda, yakni 23 tahun, Rahmah El Yunusiyyah telah memiliki inisiatif besar untuk mendirikan lembaga pendidikan bagi perempuan. Lembaga tersebut hingga kini terus berkembang dan telah melahirkan banyak pendidik yang kemudian mengabdi dan menyebarkan ilmu di berbagai daerah seluruh Nusantara.
Dalam kunjungannya, Fadli Zon juga menyampaikan harapannya agar rumah peninggalan yang saat ini difungsikan sebagai Museum Rahmah El Yunusiyyah dapat ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Menurutnya, tempat tersebut memiliki nilai sejarah yang penting serta layak menjadi destinasi edukasi bagi masyarakat.
“Tempat ini sangat penting untuk dikunjungi agar masyarakat dapat melihat langsung jejak sejarah perjuangan Rahmah El Yunusiyyah serta memahami kontribusinya terhadap pendidikan perempuan di Indonesia,” ujarnya.
Turut hadir mendampingi dalam kunjungan tersebut Pelaksana Tugas Kepala sekaligus Kepala Subbagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III wilayah Sumatera Barat, Romi Hidayat, Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan RI, Feri Arlius, Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra serta Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bukit Surungan, Faiz Fauzan El Muhammadi Datuak Bagindo Marajo.
Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, berharap kunjungan Menteri Kebudayaan tersebut dapat semakin memperkuat perhatian pemerintah terhadap pelestarian sejarah dan nilai-nilai perjuangan Rahmah El Yunusiyyah, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan perempuan di Indonesia.
Selain mengunjungi museum, Fadli Zon juga menziarahi makam Rahmah El Yunusiyyah serta meninjau asrama Perguruan Diniyyah Puteri untuk melihat secara langsung aktivitas pendidikan yang masih berlangsung hingga saat ini.
Melalui kunjungan ini diharapkan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan Rahmah El Yunusiyyah dapat terus dikenang serta menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun pendidikan dan peradaban bangsa.*
0 Komentar