Haedar Nashir Tekankan Kader IPM Harus Unggul dan Adaptif di Era Digital

JAKARTA, kiprahkita.com Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya penguatan kualitas kader dalam tubuh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai bagian dari kader inti persyarikatan.


Dalam pidatonya, Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah bersifat terbuka dalam proses kaderisasi. Namun demikian, kader yang tumbuh dari organisasi otonom seperti IPM dinilai memiliki kedekatan ideologis yang lebih kuat dengan nilai-nilai persyarikatan. Oleh karena itu, mereka memikul tanggung jawab besar sebagai “kader inti” yang harus menunjukkan kualitas unggul di berbagai bidang.



“IPM harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan nilai dan karakter,” ujar Haedar.


Ia menekankan bahwa di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat, kader IPM dituntut untuk adaptif terhadap perubahan, mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.


Menurut Haedar, tantangan zaman saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemajuan teknologi, tetapi juga perubahan sosial dan budaya yang cepat. Untuk itu, kader IPM perlu membekali diri dengan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta kepemimpinan yang berintegritas.


Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa menjadi kader inti Muhammadiyah bukan sekadar status organisatoris, melainkan amanah untuk berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.


“Keunggulan kader harus berbasis nilai. Jangan sampai kehilangan arah di tengah arus globalisasi dan digitalisasi,” tegasnya.


Dengan penguatan kader yang berkarakter, unggul, dan adaptif, Haedar optimistis IPM dapat terus menjadi pilar penting dalam mencetak generasi muda Muhammadiyah yang siap menghadapi tantangan masa depan.*

Posting Komentar

0 Komentar