PASAMAN BARAT, kiprahkita.com –Pasaman Barat, kiprahkita.com, - Setelah dua tahun mengabdi di Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dengan jabatan terakhir Plt. Kepala Badan,l saat ini Ikhwandri kembali menjadi guru.
Doktor Ikhwanri, putra jorong Simpang, Nagari Parit, kecamatan Parit Koto Balingka, Pasaman Barat, dalam tataran birokrasi di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Pasaman Barat, dirinya telah mengabdi di beberapa instansi.
![]() |
Sebelum menjadi Plt Kepala Bappelitbangda Pasaman Barat, untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Harnina Syahputri. Sebelumnya dia menjadi Sekretaris Bappelitbangda, waktu itu kepala badannya Harnina Syahputri.
Selain di jajaran Bappelitbangda Pasaman Barat, putera Simpang Kecamatan Parit Koto Balingka itu mengabdi di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pasaman Barat, mulai dari kepala seksi (Kasi), kepala bidang (Kabid), dan Sekretaris di Dinas Pendidikan Pasaman Barat, dari tahun 2019 hingga Oktober 2025 mengabdi di Bappelitbangda.
Saat ini, Ikhwanri sang Doktor ilmu pendidikan jebolan UNP tahun 2014 silam dipenghujung Maret 2026 telah siap kembali singsingkan lengan baju demi mencerdaskan anak bangsa pasca ditugaskan kembali menjadi guru matematika di SMPN 3 Pasaman.
“Bagi saya tidak masalah ditugaskan kembali menjadi guru matematika SMP, yang penting dapat bermanfaat bagi Pasaman Barat pada umumnya dan siswa SMP pada khususnya” ungkapnya dengan rendah hati.
“Memang saat ini sedikit ada kendala karena di SMPN 3 Pasaman itu sudah kelebihan guru matematika, sehingga dipastikan saya tidak kebagian jam mengajar disitu.”
“Saya sudah sampaikan permohonan kepada BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Pasbar supaya dapat ditempatkan di sekolah yang mencukupi jam mengajar bagi guru sertifikasi” terangnya penuh harap.
Selama periode menjadi Plt Kepala Bappelitbangda telah berhasil pula bersama tim internal yang dibentuk menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 dan dokemen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 yang diundangkan tepat waktu.
Menurutnya tidak semua Kepala Bappeda mendapat kesempatan menyusun dokumen perencanaan 20 tahunan dan 5 tahunan tersebut, karena RPJPD hanya disusun sekali dalam 20 tahun dan RPJMD disusun sekali dalam 5 tahun. Suatu kebanggan tersendiri bagi kami beserta tim internal karena mendapat kesempatan menyusun dokumen perencanaan bergengsi tersebut, ungkapnya dengan penuh semangat.
Namun saat ini meskipun pengabdian tidak lagi dijabatan struktural, semangat untuk membangun kampung halaman tetap membara. Semoga dengan mengabdi kembali menjadi guru matematika SMP akan menjadi ladang amal yang terus mengalir pahalanya karena mengajarkan ilmu yang bermanfaat bagi generasi muda.
Disisa-sisa usia menjelang pensiun menjadi guru adalah suatu pengabdian yang mulia. Selain mengajarkan matematika dengan menyenangkan, membentuk kepribadian anak yang berkarakter juga akan menjadi fokus utama, pungkasnya mengakhiri. (gmz)*

0 Komentar