PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Suasana haru sekaligus meriah menyelimuti kompleks Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dalam pelaksanaan acara Khutbatul Ikhtitam, yang menandai perpisahan para santri, khususnya kelas XII, sebelum mereka kembali ke masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan lalu ini dibuka dengan penampilan seni dan budaya yang seluruhnya dibawakan oleh para santri.
![]() |
| Khutbatul Ikhtitam |
Acara diawali dengan tabuhan tambua khas Minangkabau yang menggema di lingkungan pesantren, menyambut kedatangan para undangan dan wali santri. Kemudian, santri yang tergabung bela diri Tapak Suci menunjukkan aksi bela diri yang memukau. Diiringi sorak sorai santri lainnya, pertunjukan itu menampilkan kekompakan, ketangkasan, dan nilai-nilai kepahlawanan.
Suasana berlanjut ke penampilan drama musikal yang mengisahkan perjalanan santri menuntut ilmu dari masa awal keprihatinan hingga keberhasilan menggapai cita-cita. Drama ini berhasil membuat sejumlah audiens tercengang, bahkan tak sedikit yang menyeka air mata. Puncak penampilan seni ditutup dengan tarian Indang yang energik dan penuh kemeriahan , mengingatkan pada tradisi Minangkabau yang kental.
Setelah rangkaian kesenian rampung, acara dilanjutkan ke inti, yakni khutbah ikhtitam yang disampaikan oleh Mudir Pesantren, Dr. Derliana, M.A. Dengan suara lantang namun penuh kelembutan, beliau menyampaikan pesan mendalam bagi para santri, khususnya kelas XII yang sebentar lagi akan lulus dan meninggalkan lingkungan pesantren Kauman.
"Anak-anakku, kenanglah setiap lembar sahur bersama, setiap sujud di musala, dan setiap tawa canda di ruang belajar. Ilmu yang kalian raih di sini bukan hanya untuk ujian akhir, tapi bekal menghadapi ujian kehidupan. Jadilah kader persyarikatan yang santun, kuat, dan bermanfaat bagi umat," pesan Dr. Derliana dalam khutbahnya.
Setelah khutbah, seluruh santri bersama para asatidz mengikuti pawai mengelilingi Kota Padang Panjang. Pawai itu terasa semakin meriah saat dibuka secara resmi oleh Mudir beserta jajaran pimpinan Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang.
Rute pawai dimulai dari kompleks pesantren Kauman, kemudian menembus kawasan pusat pertokoan kota. Momen paling riuh terjadi saat rombongan melintasi area pertokoan yang tengah ramai oleh aktivitas hari pasar (hari Balai) di Kota Padang Panjang. Pedagang dan pengunjung pasar berhenti sejenak, melambaikan tangan, dan tak sedikit yang ikut berjoget mengikuti langkah santri yang membawa atribut khas pesantren.
Pawai kemudian berlanjut melewati Jalan Rahmah El Yunusiyah, kawasan bersejarah pendidikan Islam putri, kemudian menyusuri Jalan Jenderal Sudirman sebelum akhirnya kembali lagi ke kompleks pesantren Kauman. Sepanjang perjalanan, takbir dan sholawat menggema, diselingi yel-yel perjuangan santri.
![]() |
Dengan berakhirnya pawai, resmilah perpisahan para santri kelas XII dari almamater tercinta. Khutbatul Ikhtitam tahun ini tidak hanya menjadi ajang pelepasan, tetapi juga bukti bahwa Pesantren Kauman tetap teguh mencetak kader ulama yang berbudaya dan berakhlak mulia. (TR)*
Baca Juga
http://www.kiprahkita.com/2026/05/semua-keadaan-orang-mukmin-adalah.html





0 Komentar