BTM At-Taqwa Hadir di Batusangkar

Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) Sumatera Barat hadir di Batusangkar, selaku cabang ketujuh lembaga pembiayaan itu.


BATUSANGKAR -- Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat Dr. Bakhtiar berharap, lembaga pengelolaan keuangan Muhammadiyah itu dapat berkembang, sehingga menjadi pelopor kehadiran cabang-cabang lainnya di berbagai daerah.

 


"Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung salah satu program daerah, Muhammadiyah telah menghadirkan KSPPS BTM At Taqwa di Batusangkar yang merupakan cabang ketujuh. Koperasi syariah tersebut didirikan, memenuhi keinginan untuk dapat melindungi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari usaha perdagangan yang rentan terkena jerat rentenir," ungkapnya.

 

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Ahad (7/5), dalam sambutannya pada peresmian Cabang BTM itu mengatakan, kehadiran lembaga ini sangat mendukung program yang kini sedang digencarkan pemerintah daerah, yakni perang menghabisi rentenir.

 

“Ini sangat sejalan dengan program unggulan Tanah Datar, yakni melepas warga dari jeratan rentenir. Terima kasih Pimpinan Muhammadiyah telah membuka cabang BTM di Batusangkar. Ini diharap dapat membantu melepaskan pedagang dan masyarakat kita dari lilitan rentenir,” ujarnya.

 

Meski demikian, menurut bupati, menghabisi rentenir sampai ke akar-akarnya jelas sangat sulit, karena membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat. Tapi setidaknya, tegasnya, kehadiran BTM di Batusangkar diyakini akan mampu mengurangi praktik rentenir itu.

 

Kantor cabang BTM yang diresmikan itu, terletak di Malana Ponco. Peresmian pengoperasiannya ditandai dengan pengguntingan pita oleh bupati, didampingi ketua PWM, dan pimpinan BTM H. Amora Lubis dan Nasrul A.

 

FOKUS

Bakhtiar pada kesempatan menyatakan, Muhammadiyah Sumatera Barat saat ini sedang fokus pada penguatan ideologi, konsolidasi organisasi, pengembangan pondok pesantren, dan gerakan ekonomi berbasis rakyat.

 

Di Batusangkar, tegasnya, Muhammadiyah akan mengembangkan Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) yang baru saja terbakar, menjadi pondok pesantren berbasis keunggulan.

 

“Nanti diharap pesantren yang di Lima Kaum itu menjadi role model atau acuan untuk mengembangkan pesantren lainnya di Sumbar. Kini, beberapa pesantren Muhammadiyah sudah menjadi rujukan berbagai kalangan, yakni Pondok Pesantren Kauman di Padang Panjang dan Al-Kautsar di Payakumbuh dan Limapuluh Kota,” jelasnya.(musriadi musanif)

Posting Komentar

0 Komentar