Dress Code Wisuda Tahfidz MTsN Padang Panjang

PADANG PANJANG, kiprahkita.com MTsN Padang Panjang seperti yang direncanakan akan mengadakan kegiatan serah terima siswa kelas 9 kepada wali murid dan wisuda tahfidz bagi siswa kelas 9 yang sudah menyelesaikan hafalan Al Quran mereka.


Menjelang pelaksanaan acara, para siswa pun sudah rapat angkatan dengan OSIM dan MPK di dampingi guru pembina mereka. Siswa-siswi kelas 9 hadir menghadiri rapat tersebut.


Melalui rapat angkatan telah mereka sepakati penggunaan pakaian bernuansa kebaya dengan warna mahogani sebagai dress code kegiatan siswi.

Wisuda Tahfizh 2022

Dalam hasil musyawarah tersebut, siswi direncanakan mengenakan kebaya bernuansa mahogani dipadukan dengan rok batik senada, sementara siswa laki-laki menggunakan pakaian batik warna hitam berpadu coklat dengan warna yang telah disepakati bersama pula. Tentu celana menyesuaikan pula.


Namun ada juga wali murid menyampaikan masukan agar siswa diperbolehkan memakai pakaian yang sudah dimiliki di rumah tanpa harus membeli busana baru. Menurut mereka, penggunaan pakaian yang lebih fleksibel dapat membantu meringankan pengeluaran orang tua, mengingat pakaian tersebut kemungkinan hanya dipakai untuk satu kali acara.


"Hal ini tentu boleh saja. Pakailah busana yang ada di rumah. Asal Islami." Jelas salah satu guru pembina.


Keputusan mengenai dress code merupakan hasil kesepakatan siswa dalam rapat angkatan yang telah dilakukan sebelumnya tetapi tentu ini tidak mutlak. Bisa dipakai sesuai kesepakatan dan kemampuan murid dengan orang tuanya juga. Toh, pakaian siswi berupa kebaya itu akan tertutupi baju tahfizh mereka. Jadi dress code tak bersifat mutlak.


Para orang tua senang dengan adanya kebijakan yang mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga siswa agar acara wisuda tahfidz dapat berlangsung dengan sederhana, khidmat, dan tidak memberatkan.


" Menurut salah seorang siswa, kebaya yang ia beli dengan nuansa mahogani tidak terlalu mahal seperti dasar brokat." Katanya.


"Kami beli online aja. Terjangkau cuma 30 ribu. Kebaya ini pun pleksibel. Bisa kok dipakai berulang-ulang bila ada pesta pernikahan sodara atau kaum kerabat lain. Apalagi aku sering nemani Bunda menghadiri pesta." Lanjutnya.


"Benar. Kita pake kebaya murah meriah aja. Rok batiknya pun pleksibel bisa kok kita pakai harian. Buat les dan ke pasar. Gak benar kalau cuma dipakai sekali pakai. Bisa kita pakai berulang kok. Makanya kita gak milih dasar mahal. Gak pilih songket. Kalau yang mahal buat nanti aja pas wisuda sarjana. Amiiin." Jelas temannya pula.


"Pokoknya Kak, kita cuma modal serba 30 ribuan aja setiap bagian busana dan sepatunya. Kalau sudah ada yang cocok di rumah ngapain juga beli. Pake itu aja. Toh ketutup sama baju Tahfizh." Tutup mereka ceria.*

Posting Komentar

0 Komentar