Menkeu Purbaya Kaget Ada “Kasta Gaji” di Kemenkeu: Pegawai Pajak Disebut Paling Tinggi

JAKARTA, kiprahkita.com Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat kaget dan kemudian menyoroti adanya perbedaan penghasilan yang cukup mencolok di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia mengaku terkejut saat mengetahui pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menerima penghasilan lebih tinggi dibandingkan pegawai direktorat lain di kementerian yang sama.


Hal itu disampaikan Purbaya saat pelantikan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Jumat (27/3/2026) lalu. Dalam sambutannya, ia menceritakan pengalaman ketika memindahkan pegawai dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) ke Direktorat Jenderal Pajak karena kebutuhan sumber daya manusia.


“Tempatnya Pak Prima saya pindah ke Pajak. Tapi orang Pajak kesan pertamanya, ‘Wah, gue lebih tinggi’. Karena memang gajinya lebih tinggi di Pajak,” ujar Purbaya disambut tawa pejabat eselon I yang hadir, termasuk Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto.


Suasana makin cair ketika Purbaya melontarkan candaan soal solusi menyamakan penghasilan pegawai di lingkungan Kemenkeu.


“Kita potong yang Pajak atau kita naikkin yang lain?” katanya sambil tertawa.


Pernyataan itu langsung memancing reaksi para peserta acara. Menurut Purbaya, jika ingin penghasilan setara, pilihannya memang hanya dua: menurunkan pendapatan pegawai pajak atau menaikkan gaji direktorat lain.


Ia bahkan sempat menggoda Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman terkait kemungkinan penambahan anggaran belanja pegawai.


“Pak Luky pasti enggak setuju karena masalah anggaran,” ucapnya lagi yang kembali disambut gelak tawa.


Perbedaan penghasilan pegawai DJP dengan unit lain di Kementerian Keuangan sendiri memang sudah lama menjadi sorotan. Pegawai pajak dikenal memiliki tunjangan kinerja lebih tinggi dibandingkan sebagian besar ASN kementerian dan lembaga lainnya.


Kebijakan itu sebelumnya diterapkan sebagai bagian dari reformasi birokrasi serta upaya meningkatkan penerimaan negara dari sektor perpajakan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti adanya ketimpangan penghasilan di lingkungan Kementerian Keuangan itu. Ia mengaku terkejut mengetahui gaji pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) lebih tinggi dibandingkan pegawai direktorat lain di kementerian yang sama.

Pernyataan tersebut disambut tawa para pejabat eselon I Kementerian Keuangan yang hadir, termasuk Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto.


Tawarkan Dua Opsi

Menanggapi perbedaan penghasilan tersebut, Purbaya kemudian melontarkan candaan mengenai dua opsi untuk menyamakan pendapatan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan.

“Kita potong yang Pajak atau kita naikkin yang lain?” kata Purbaya sambil tertawa.

Ia menambahkan, jika ingin disamakan, maka pilihannya hanya dua, yakni menurunkan penghasilan pegawai pajak atau menaikkan gaji pegawai direktorat lain.

Purbaya juga sempat melempar pertanyaan kepada Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman terkait kemungkinan menaikkan anggaran gaji pegawai.

“Pak Luky pasti enggak setuju karena masalah anggaran,” ujarnya disambut gelak tawa para peserta acara.


Jadi Sorotan Lama

Perbedaan penghasilan pegawai DJP dengan unit lain di Kementerian Keuangan memang telah lama menjadi perhatian publik. Pegawai pajak diketahui memperoleh tunjangan kinerja lebih tinggi dibandingkan sebagian besar ASN di kementerian/lembaga lain.

Kebijakan tersebut sebelumnya diterapkan sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan upaya meningkatkan penerimaan negara melalui sektor perpajakan.*

Posting Komentar

0 Komentar