JAKARTA, kiprahkita.com –Pada abad ke-19, candu (opium) bukan sekadar barang terlarang seperti sekarang. Di Hindia Belanda, candu justru menjadi komoditas legal yang dikontrol negara dan menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar pemerintah kolonial.
![]() |
| Kerusakan kesehatan dan mental |
Awal Masuknya Candu ke Nusantara
Candu telah dikenal di Nusantara sejak abad ke-17, dibawa oleh pedagang dari India dan Tiongkok. Ketika Vereenigde Oostindische Compagnie menguasai perdagangan di wilayah ini, mereka mulai mengimpor opium dari Benggala (India) dalam jumlah besar.
Dari pelabuhan utama seperti Batavia, candu didistribusikan ke berbagai wilayah sebagai komoditas bernilai tinggi.
Sistem Monopoli “Pacht Candu”
Memasuki abad ke-19, pemerintah kolonial Belanda menerapkan sistem pacht (pajak sewa monopoli). Hak penjualan candu dilelang kepada pengusaha swasta banyak di antaranya berasal dari komunitas Tionghoa.
Para pemegang hak ini membuka kedai candu resmi, menjualnya secara legal dengan pengawasan pemerintah. Sistem ini bukan hanya untuk keuntungan ekonomi, tetapi juga sebagai alat kontrol sosial terhadap masyarakat pribumi.
Pada akhir abad ke-19, pendapatan dari candu menyumbang persentase signifikan dari kas kolonial, bahkan menjadi salah satu tulang punggung finansial Hindia Belanda.
Apa Itu Candu dan Dampaknya
Candu berasal dari getah tanaman Papaver somniferum yang dikeringkan dan diolah menjadi zat psikoaktif.
Efek penggunaan:
- Rasa tenang dan euforia
- Penghilang rasa sakit (prekursor morfin)
- Penurunan kesadaran
Dampak jangka panjang:
- Ketergantungan berat (fisik & mental)
- Kerusakan kesehatan dan mental
- Penurunan produktivitas hingga kematian
Candu menyebar luas terutama di kalangan buruh dan petani, menciptakan fenomena kecanduan massal yang terstruktur.
Fakta Jarang Dibahas: Era Kemerdekaan
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, kondisi ekonomi Republik sangat lemah. Dalam situasi darurat perang, pemerintah Indonesia sempat memanfaatkan perdagangan candu secara terbatas dan terselubung.*

.jpg)
0 Komentar