Shamsi Ali Kembali Khutbah Jumat di Markas Besar PBB New York, Dihadiri Sejumlah Duta Besar


NEW YORK – Imam Shamsi Ali kembali dipercaya menyampaikan khutbah Jumat di Kantor Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations di New York, Amerika Serikat, Jumat (28/8/2026).


Khutbah Jumat tersebut menjadi salah satu momen istimewa bagi Shamsi Ali, yang mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi khatib di lingkungan PBB sejak 1998. Ia menyebut jadwal khutbah di PBB kali ini menjadi salah satu penugasan terlama yang dijalaninya di New York.



“Ini jadwal terlama saya di kota ini. Sejak tahun 1998 saya sudah khatib di PBB,” ungkap Shamsi Ali melalui keterangannya.


Khutbah Jumat tersebut juga dihadiri sejumlah diplomat dari berbagai negara. Di antara yang hadir terdapat Duta Besar Arab Saudi, Sudan, Ghana, serta beberapa perwakilan diplomatik negara lainnya.


Kehadiran para diplomat tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan ibadah Jumat di lingkungan PBB yang mempertemukan umat Islam dari berbagai negara yang bekerja maupun berdiplomasi di markas organisasi internasional tersebut.


Dalam keterangannya, Shamsi Ali juga menyinggung kehadiran perwakilan diplomatik Indonesia. Ia menyebut selama menjadi khatib di PBB, dirinya belum pernah melihat Duta Besar Republik Indonesia menghadiri khutbah Jumat yang disampaikannya.


“Sayang saya belum pernah lihat Dubes RI. Mungkin terlalu sibuk di hari Jumat,” tulisnya.


Meski demikian, Shamsi Ali menyampaikan bahwa Wakil Duta Besar RI atau Deputy Ambassador biasanya hadir dalam pelaksanaan salat Jumat tersebut.


“Deputy Dubes biasa hadir, alhamdulillah!” tambahnya.


Khutbah Jumat di Markas Besar PBB menjadi salah satu ruang penting bagi umat Islam yang berada di lingkungan diplomatik internasional untuk menjalankan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi lintas negara.


Bagi Shamsi Ali, keterlibatannya sebagai khatib di PBB sejak 1998 menjadi bagian panjang dari perjalanan dakwahnya di Amerika Serikat. Kehadirannya di forum tersebut sekaligus memperlihatkan peran tokoh Muslim Indonesia dalam ruang pergaulan keagamaan dan diplomasi internasional.


Shamsi Ali sendiri dikenal sebagai imam dan tokoh Muslim Indonesia yang telah lama berkiprah di Amerika Serikat. Ia aktif dalam berbagai kegiatan dakwah, dialog lintas agama, serta membangun hubungan antara komunitas Muslim dengan masyarakat dan berbagai kelompok keagamaan di Amerika Serikat.


Khutbah Jumat di PBB pada 28 Agustus 2026 tersebut kembali menjadi salah satu catatan perjalanan dakwah Shamsi Ali di tengah lingkungan internasional yang dihuni perwakilan negara-negara dari berbagai belahan dunia. (*)


Sekilas tentang Imam Shamsi Ali

Imam Muhammad Shamsi Ali merupakan ulama asal Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang telah hampir tiga dekade menetap dan berdakwah di New York, Amerika Serikat. Kiprahnya di Amerika dimulai sejak akhir 1996 setelah sebelumnya menempuh pendidikan di Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Makassar dan International Islamic University Islamabad, Pakistan.


Di Amerika Serikat, Shamsi Ali dikenal sebagai imam, pendakwah dan tokoh dialog lintas agama. Ia pernah menjadi Imam Besar Islamic Center of New York dan kini memimpin Jamaica Muslim Center di Queens, New York. Ia juga merupakan pendiri dan Presiden Nusantara Foundation yang bergerak dalam upaya membangun perdamaian serta hubungan harmonis antarkelompok masyarakat.


Kiprah Shamsi Ali dalam dakwah di lingkungan internasional juga telah berlangsung cukup panjang. Sejak 1998, ia dipercaya menjadi salah seorang khatib dalam pelaksanaan salat Jumat di Kantor Pusat PBB, New York. Jamaah salat Jumat di lingkungan PBB berasal dari berbagai latar belakang, termasuk diplomat, staf PBB dan komunitas Muslim dari berbagai negara.


Perjalanan dakwahnya di Amerika juga membuat Shamsi Ali dikenal sebagai salah satu tokoh Muslim yang aktif dalam dialog lintas agama. Setelah tragedi 11 September 2001, ia turut mewakili komunitas Muslim dalam berbagai kegiatan lintas agama dan pernah mendampingi Presiden Amerika Serikat George W. Bush dalam kunjungan ke Ground Zero.


Atas kiprahnya tersebut, Shamsi Ali menerima sejumlah penghargaan, termasuk Ellis Island Medal of Honor. Pada 2026, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juga menganugerahinya UMY Awards sebagai bentuk penghargaan atas kiprahnya sebagai ulama Indonesia yang berpengaruh di Amerika Serikat.


Versi Ringkas

Rekaman Khutbah Jumat di Kantor Pusat PBB (United Nations) New York, 28 Agustus 2026. Ini jadwal terlama saya di Kota ini, sejak tahun 1998 Saya sudah Khatib di PBB. Hari ini hadir Dubes Saudi, Sudan, Ghana, dan beberapa Dubes lainnya. Sayang saya belum pernah lihat Dubes RI. Mungkin terlalu sibuk di hari Jumat… Deputy Dubes biasa hadir, alhamdulillah! Shamsi Ali


Posting Komentar

0 Komentar