30 Lansia Sekolah Melati Gunung Tuleh Diwisuda, Wujudkan Lansia Berdaya dan Smart

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendorong peningkatan kualitas hidup lanjut usia agar tetap produktif dan berdaya. Sebanyak 30 lanjut usia (lansia) Sekolah Lansia Melati Kecamatan Gunung Tuleh diwisuda, Kamis (24/9), di Gedung Pertemuan Sarumbuk Maroban Tua, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh.


Wisuda dilaksanakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang menekankan peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan bermanfaat.




Pemberian sertifikat dan pengalungan medali dilakukan oleh Tim Kerja Pembangunan Keluarga BKKBN Provinsi Sumatera Barat Viona Liza dan Staf Ahli TP PKK Pasaman Barat Ny. Gusmalini.


Tim Kerja Pembangunan Keluarga BKKBN Provinsi Sumatera Barat Viona Liza menegaskan sekolah lansia bukan lembaga sekolah formal, melainkan pendidikan nonformal yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan membentuk pribadi yang lebih baik.


Sekolah lansia mempelajari aspek kesehatan fisik serta keterkaitan antara elemen fisik, sosial, ekonomi, dan spiritual. Sekolah lansia berbasis pada tujuh dimensi lansia tangguh, yakni tangguh spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan.


Staf Ahli TP PKK Pasaman Barat Ny. Gusmalini menyambut baik Sekolah Lansia yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Pengendalian Penduduk, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Pasaman Barat.


Dalam pemberdayaan lansia, Tim Penggerak PKK juga terlibat dan memiliki program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, dan bahagia. Berbagai kegiatan dirancang dan diintegrasikan melalui program Pokja IV yang membidangi kesehatan.


"Kegiatan yang dilakukan seperti Posyandu Lansia yang mencakup pemeriksaan kesehatan, penyuluhan pola hidup sehat, pemantauan status gizi, dan aktivitas fisik seperti senam lansia, jalan pagi, dan kegiatan lainnya. Ke depan kami berharap program dan kegiatan TP PKK bagi para lansia ini dapat diintegrasikan dengan Sekolah Lansia yang digagas Kemendukbangga ini," ujar Gusmalini.


Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, jumlah lansia di Indonesia sebesar 9,78 persen atau 26,4 juta jiwa. Kesejahteraan lanjut usia dengan rentang usia di atas 60 tahun perlu mendapat perhatian, terutama memasuki era bonus demografi pada 2020-2035 yang mengubah struktur umur penduduk, di mana proporsi usia produktif lebih besar daripada usia nonproduktif.


"Tantangan-tantangan tersebut harus diatasi dan dicarikan jalan keluar sebagai upaya menjadikan lansia tangguh. Jumlah lansia yang terus meningkat dan adanya berbagai masalah kesehatan, ekonomi, dan sosial yang rentan bagi lansia menjadi pendorong untuk menyusun program mewujudkan Lansia Tangguh," jelasnya.


Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Pasaman Barat Armen dalam laporannya menyebutkan Sekolah Lansia Melati dibentuk pada 15 Juni 2026. Jumlah siswa sebanyak 30 orang, terdiri atas 8 lansia laki-laki dan 22 lansia perempuan, dari 383 lansia yang berada di Nagari Rabi Jonggor.


Seluruh lansia telah menyelesaikan rangkaian proses pembelajaran dan kurikulum sebanyak 12 kali pertemuan dengan 12 materi melalui kegiatan indoor maupun outdoor. Pengajar terdiri atas dokter dan pemegang program di jajaran Puskesmas Paraman Ampalu, KUA Gunung Tuleh, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), dan PKLB se-Pasaman Barat.*

Posting Komentar

0 Komentar