CCTV ASN, Gubernur Mahyeldi Siapkan Aturan: Pertemuan Lawan Jenis Tak Boleh Berdua


PADANG – Setelah beberapa hari menjadi sorotan publik dan mendapat perhatian pimpinan DPRD Sumatera Barat hingga ramai diperbincangkan warganet, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah akhirnya buka suara terkait dugaan perilaku tidak pantas sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang terekam kamera CCTV.


Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar akan menyiapkan aturan baru untuk mengatur pertemuan antara ASN atau pejabat laki-laki dan perempuan di dalam ruangan.




Ke depan, kata dia, pertemuan antara laki-laki dan perempuan yang hanya dilakukan berdua di dalam ruangan tidak diperbolehkan. Jika terdapat urusan kedinasan yang mengharuskan pertemuan, harus ada pihak lain yang ikut mendampingi.


“Kita harapkan setelah ini tidak ada lagi kasus serupa,” ujar Mahyeldi.


Menurutnya, selama ini Pemprov Sumbar telah memberikan pembekalan dan pembinaan kepada ASN maupun pejabat. Pembinaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja, tetapi juga membentuk sikap, etika, dan akhlak dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.


Mahyeldi menegaskan, aspek etika menjadi penting karena ASN merupakan bagian dari pemerintahan yang juga harus menjunjung nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat Sumatera Barat.


Ia menyebut kebijakan baru tersebut sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama setelah munculnya rekaman CCTV yang kemudian menjadi perhatian publik.


“Kalau tidak ada CCTV, mungkin tidak ketahuan. Karena itu, kalau ada urusan dengan lawan jenis di dalam ruangan, tidak boleh hanya berdua. Harus ada yang mendampingi,” tegasnya.


Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons Gubernur Sumbar terhadap polemik yang berkembang dalam beberapa hari terakhir. Rekaman CCTV yang beredar telah memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat, termasuk kritik dan komentar keras di media sosial.


Dengan aturan baru yang akan disiapkan tersebut, Mahyeldi berharap seluruh ASN dan pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar semakin berhati-hati dalam menjalankan aktivitas kedinasan, khususnya ketika melakukan pertemuan di ruang tertutup.


Kebijakan itu diharapkan tidak hanya menjadi respons terhadap polemik yang sedang terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya kerja yang profesional, beretika, dan sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Sumatera Barat.


Dengan demikian, urusan kedinasan antara ASN laki-laki dan perempuan tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya, namun dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tidak lagi hanya berdua di dalam ruangan.


Versi Harian Haluan

Setelah beberapa hari menjadi sorotan publik, disinggung pimpinan DPRD Sumbar, hingga ramai disemprot warganet terkait dugaan perilaku tidak pantas sejumlah ASN di lingkungan Pemprov Sumbar yang terekam CCTV, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah akhirnya buka suara.

Mahyeldi menyebut akan menyiapkan aturan baru terkait pertemuan antara ASN atau pejabat laki-laki dan perempuan di dalam ruangan. Ke depan, pertemuan berdua antara lawan jenis tidak diperbolehkan dan harus ada orang lain yang mendampingi.

Menurut Mahyeldi, selama ini Pemprov Sumbar telah melakukan pembekalan kepada ASN dan pejabat. Pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja, tetapi juga pada sikap, etika, dan akhlak, sesuai dengan nilai-nilai adat dan budaya yang dijunjung di Sumatera Barat.

“Kita harapkan setelah ini tidak ada lagi kasus serupa,” ujarnya.

Mahyeldi mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang. Ia menyinggung kasus yang sebelumnya menjadi perhatian publik karena terungkap melalui rekaman CCTV.

“Kalau tidak ada CCTV, mungkin tidak ketahuan. Karena itu, kalau ada urusan dengan lawan jenis di dalam ruangan, tidak boleh hanya berdua. Harus ada yang mendampingi,” tegasnya.

Kebijakan ini pun menjadi perhatian publik. Setelah kasus yang ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir, kini muncul aturan baru: urusan kantor tetap boleh, tetapi jangan lagi hanya berdua di dalam ruangan.*

Posting Komentar

0 Komentar