Kulit jeruk Jerman yang selama ini belum banyak dimanfaatkan mulai dikembangkan menjadi produk olahan berupa keripik. Inovasi tersebut diperkenalkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) kepada masyarakat Jorong Padang Bungo, Nagari Andiang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kegiatan yang digelar 15 September 2026 itu memperkenalkan teknologi vacuum frying sebagai salah satu alternatif pengolahan pangan berbahan dasar buah.
Dra. Lucy Fridayati dalam kegiatan tersebut menjelaskan prinsip dasar teknologi vacuum frying, tahapan pengolahan, serta peluang penerapannya untuk menghasilkan produk keripik.
Kulit jeruk Jerman menjadi salah satu bahan yang diperkenalkan karena dinilai masih memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk pangan bernilai tambah.
Jeruk sendiri merupakan salah satu komoditas yang terdapat di Nagari Andiang. Melalui inovasi pengolahan, bagian buah yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan dapat dikembangkan menjadi produk baru.
Ketua Tim Pengabdian UNP, Mike Triani, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai alternatif pemanfaatan teknologi dalam pengolahan produk berbasis jeruk,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan kulit jeruk Jerman menjadi keripik diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai peluang inovasi dan pengembangan produk lokal.
Kegiatan berlangsung interaktif. Masyarakat berdiskusi dengan pemateri dan tim pengabdian terkait teknologi vacuum frying, pemanfaatan kulit jeruk Jerman, hingga peluang pengembangan produk olahan berbasis jeruk.
Wali Nagari Andiang Gusfialdi dan Kepala Jorong Padang Bungo Ridho Pratama turut mendukung kegiatan tersebut.
Tim pengabdian UNP berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat dapat berlanjut dalam pengembangan potensi lokal.
Keripik berbahan kulit jeruk Jerman tersebut diharapkan dapat dikaji dan dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu produk olahan sekaligus alternatif oleh-oleh khas Nagari Andiang.*

0 Komentar