Roadshow Safari Dakwah di Diniyyah Puteri Bahas Perkembangan Islam di Jepang

Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang menjadi salah satu tempat pelaksanaan Roadshow Safari Dakwah: Menguatkan Dakwah Islam di Negeri Sakura, Sabtu (26/9). Kegiatan yang berlangsung di Aula Zainuddin Labay ini diikuti oleh seluruh santri, guru, dan karyawan Diniyyah Puteri.


Kegiatan menghadirkan Dr. Kyoichiro Sugimoto, dai dan pendidik Islam asal Jepang, serta Dr. H. Ach Firman Wahyudi, S.E., M.Sc. dari Dompet Dhuafa Jepang. Diskusi dipandu oleh Ust. Yendri Junaidi, MA.




Dalam sambutannya, Wakil Ketua Yayasan Rahmah El Yunusiyyah, Bapak Fauzi Fauzan, Lc, S.Fils.I, mengajak keluarga besar Diniyyah Puteri untuk turut mendukung pembangunan Masjid Al-Muttaqin Islamic Center di Matsudo, Chiba, Jepang melalui infak, wakaf, maupun donasi.


Dr. Firman kemudian menjelaskan perkembangan Islam di Jepang yang terus bertumbuh. Semakin banyak masyarakat Jepang yang tertarik mengenal Islam, sementara komunitas Muslim juga terus berkembang. Namun, pertumbuhan tersebut masih dihadapkan pada keterbatasan tempat ibadah dan pusat pembinaan. Sebagian umat Muslim bahkan masih harus izin menggunakan gedung atau ruang publik dengan waktu penggunaan yang terbatas.


Karena itu, Masjid Al-Muttaqin diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan mualaf, sekaligus ruang bagi masyarakat Jepang yang ingin mengenal dan mempelajari Islam.


Sementara itu, Sugimoto Sensei membagikan pengalamannya dalam dakwah dan perkembangan Islam di Jepang. Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap Diniyyah Puteri, khususnya melihat para santri yang menempuh pendidikan jauh dari orang tua. Ia turut mengapresiasi perjalanan Diniyyah Puteri yang telah lebih dari satu abad dan berharap berbagai program pendidikan yang dikembangkan dapat menginspirasi hadirnya Perguruan Diniyyah Puteri Jepang nantinya.


Dalam diskusi, Sugimoto Sensei juga mengingatkan para santri bahwa nilai-nilai seperti disiplin, ketertiban, dan kepatuhan terhadap aturan yang banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat Jepang merupakan nilai yang juga sejalan dengan ajaran Islam. Namun, bagi seorang Muslim, pengamalan nilai tersebut tidak berhenti pada kehidupan dunia, melainkan menjadi bagian dari pengabdian kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan bekal untuk kehidupan akhirat.


Kegiatan ditutup dengan pengumpulan infak dan donasi untuk pembangunan Masjid Al-Muttaqin, yang dibuka secara langsung maupun daring. Melalui kegiatan ini, keluarga besar Diniyyah Puteri diajak untuk mengenal lebih dekat perkembangan Islam di Jepang sekaligus mengambil bagian dalam mendukung dakwah dan pembinaan umat Muslim di Negeri Sakura.*

Posting Komentar

0 Komentar