Beragam kegiatan seni dan budaya mewarnai hari ketiga Festival Kesenian Indonesia (FKI) XIII-2026 di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Kamis (22/10/2026).
Mulai dari pertemuan akademisi, workshop, pameran, dan kompetisi mahasiswa hingga pertunjukan karya unggulan dari perguruan tinggi seni dalam dan luar negeri, seluruh rangkaian kegiatan menghadirkan ruang apresiasi sekaligus kolaborasi bagi insan seni.
Agenda akademik berlangsung melalui Temu Guru Besar dan Temu Kurator di lantai 3 Gedung Rektorat. Pada saat bersamaan, peserta juga mengikuti Workshop Randai di Hall dan Workshop Kuliner Rendang di Gedung Karawitan.
Apresiasi terhadap karya seni turut hadir melalui Pameran Seni Rupa Unggulan di Galeri Hoeridjah Adam serta pemutaran film di AUVI Jurusan Televisi dan Film.
Berbagai kompetisi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI) juga meramaikan kegiatan. Lomba Lukis digelar di Studio Lukis, Lomba Musik Kontemporer di Ruang Sidang Pascasarjana, dan Lomba Lukis Digital di Studio Multimedia. Sementara itu, Lomba Menyanyi Solo dan Lomba Desain Fesyen dipusatkan di area Auditorium.
Kompetisi juga berlangsung di luar kampus. Lomba Sketsa Arsitektur digelar di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, sedangkan Lomba Fotografi berlangsung di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi.
Pada malam hari, rangkaian festival berlanjut dengan Pertunjukan Karya Unggulan di panggung Prosenium Hoeridjah Adam. Sejumlah perguruan tinggi seni menampilkan karya mereka, diawali Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan karya berjudul "Regenerative", kemudian ISI Yogyakarta melalui karya "Angguk Pesona".
Sebagai tuan rumah, ISI Padangpanjang turut menampilkan karya berjudul "Tubo Eutrofikasi". Pertunjukan malam itu kemudian ditutup dengan penampilan internasional dari Ery Bae K-Arts Studio asal Korea Selatan.
Di sela-sela kegiatan, Meisa, salah seorang delegasi ISI Yogyakarta, mengaku senang dapat mengikuti FKI XIII-2026. Menurutnya, festival ini menjadi kesempatan untuk berkenalan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sekaligus membuka peluang kolaborasi.
“Sejauh ini acaranya seru. Kami bisa saling berkenalan dengan mahasiswa dari kampus lain, menambah relasi, dan FKI juga menyediakan ruang bagi kita untuk saling berkolaborasi,” ujarnya.
Antusiasme serupa disampaikan Ijat, delegasi dari ISI Denpasar. Ia mengaku terkesan dengan kemeriahan acara, terutama saat pembukaan, serta beragam perlombaan dan sajian kuliner yang menambah pengalamannya selama mengikuti festival.
“Acaranya sangat seru, terutama pada saat pembukaan. Cukup mengagetkan karena asyik dan sangat meriah. Lombanya juga menarik dan sangat seru. Sajian kulinernya juga sangat khas, jadi bisa menambah wawasan saya di sini. Semoga ke depannya FKI semakin berjaya dan semakin meriah dari tahun ke tahun,” kata Ijat.
Rangkaian kegiatan hari ketiga FKI XIII-2026 menjadi wadah bagi akademisi, seniman, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta mengapresiasi karya seni dari berbagai daerah hingga mancanegara. Beragam agenda tersebut, FKI diharapkan terus memperkuat kolaborasi dan perkembangan seni budaya Indonesia. (mg/aisha/bitha/zet)*

0 Komentar