Gubernur California, Gavin Newsom, telah resmi menandatangani undang-undang baru yang memasukkan Idul Fitri dan Idul Adha ke dalam kalender hari libur resmi (state holiday) negara bagian tersebut. Undang-undang yang dinamakan Assembly Bill 2017 (AB 2017) ini disahkan pada 27 September 2026.
Langkah bersejarah ini menjadikan California sebagai negara bagian kedua di Amerika Serikat setelah Washington yang memberikan pengakuan sipil terhadap dua hari raya besar umat Islam tersebut.
Bukan Libur Otomatis Massal: Undang-undang ini tidak secara otomatis mewajibkan seluruh kantor swasta, pengadilan, atau sekolah di California untuk tutup serentak.
Hak Cuti Pekerja Publik: Pegawai negeri sipil (PNS) negara bagian yang memenuhi syarat kini memiliki hak hukum untuk menggunakan jatah cuti tahunan, cuti pribadi, atau holiday credit yang mereka miliki untuk merayakan Idul Fitri dan Idul Adha secara berbayar tanpa hambatan administratif.
Fleksibilitas Sekolah & Kampus: Sekolah negeri tingkat dasar hingga menengah (K-12) serta perguruan tinggi komunitas (community college) diberikan wewenang hukum untuk meliburkan kegiatan belajar-mengajar atau menyesuaikan jadwal ujian berdasarkan kesepakatan dan prosedur lokal masing-masing daerah.
Rancangan undang-undang ini awalnya diajukan pada Maret 2026 oleh anggota legislatif Matt Haney, yang bekerja sama dengan berbagai organisasi Muslim seperti Council on American-Islamic Relations (CAIR) California. Kebijakan ini dirancang untuk mengakomodasi lebih dari satu juta penduduk Muslim di California agar tidak perlu lagi dihadapkan pada pilihan sulit antara menjalankan ibadah atau memenuhi kewajiban akademik dan pekerjaan.*

0 Komentar