Kabut Asap Selimuti Tanah Datar, Warga Keluhkan Sesak Napas dan Mata Pedih

KABUPTEN TANAH DATAR, kiprahkita.com –Kabut asap menyelimuti kawasan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026). Selain mengganggu jarak pandang, kondisi tersebut mulai dikeluhkan warga karena memicu gangguan pernapasan dan mata pedih saat beraktivitas di luar rumah.


Berdasarkan pantauan Padang Ekspres sekitar pukul 09.57 WIB, kabut asap berwarna putih keabu-abuan terlihat cukup tebal dari Lereng Bukit Marapalam, Jorong Baruh Bukit, Nagari Andaleh Baruh Bukit, Kecamatan Sungayang. Pemandangan di kawasan tersebut tampak samar tertutup asap.




Sejumlah warga mengaku merasakan dampak dari kondisi udara yang dinilai semakin tidak nyaman. Keluhan tersebut terutama muncul ketika mereka berada di luar rumah dalam waktu cukup lama.


Reky (46), warga yang beraktivitas di sekitar Lereng Bukit Marapalam, mengatakan dirinya mulai merasakan napas berat dan dada sesak saat terlalu lama berada di luar rumah.


“Napas terasa agak berat dan dada mulai sesak kalau beraktivitas lama di luar rumah. Udara terasa sangat pengap dan membikin tenggorokan tidak enak,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).


Keluhan serupa disampaikan Depra (46). Ia mengatakan matanya kerap terasa pedih, disertai dada sesak ketika terpapar asap dalam waktu lama.


“Mata sering pedih dan dada terasa sesak kalau terus-terusan kena asap di luar. Kalau dibiarkan begini terus, kita khawatir anak-anak dan orang tua makin gampang sakit,” katanya.


Puskesmas Imbau Warga Gunakan Masker

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala UPT Puskesmas Sungayang, dr. Iranovitha Dewy, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih berlangsung.


Ia juga meminta warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap.


“Kami mengimbau masyarakat agar memakai masker saat beraktivitas dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu,” ujarnya.


Imbauan tersebut disampaikan menyusul keluhan warga terhadap kondisi udara di wilayah Sungayang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam melindungi anak-anak dan lanjut usia yang dikhawatirkan lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.


Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk menelusuri serta menangani sumber asap. Mereka juga berharap bantuan penunjang kesehatan, seperti masker, dapat disalurkan secara merata kepada masyarakat terdampak.


Hingga kondisi udara membaik, warga diimbau membatasi paparan asap dan mengikuti arahan petugas kesehatan maupun instansi terkait.


Belum ada keterangan mengenai sumber kabut asap maupun hasil pengukuran kualitas udara di kawasan tersebut dalam informasi yang tersedia.*


Posting Komentar

0 Komentar